PUPR Rohul Daur Ulang Sisa Aspal untuk Tambal Jalan Berlubang
Dinas PUPR Rokan Hulu memanfaatkan sisa material aspal yang masih layak untuk menutup sejumlah jalan berlubang di Kompleks Perkantoran Bina Praja. Langkah tersebut menjadi solusi sementara untuk menjaga kondisi jalan sembari menunggu perbaikan permanen.

RINGKASAN BERITA:
- Sisa material aspal dari pekerjaan jalan dimanfaatkan kembali untuk pemeliharaan.
- Aspal dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan menutup jalan berlubang.
- Penanganan sementara dilakukan agar kerusakan tidak meluas sambil menunggu perbaikan permanen.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Kerusakan jalan di kawasan Komplek Perkantoran Bina Praja Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ditangani sementara dengan memanfaatkan kembali material aspal yang masih layak digunakan.
Material sisa pekerjaan jalan tersebut digunakan untuk menutup sejumlah titik berlubang pada Kamis (6/8/2026).
Langkah ini dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rohul di tengah efisiensi yang berlangsung.
Material yang sebelumnya tersisa dari pekerjaan jalan tidak langsung dibuang, tetapi dimanfaatkan untuk kebutuhan pemeliharaan jalan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Rohul, Zulfikri, mengatakan pemanfaatan material tersebut menjadi salah satu bentuk efisiensi sekaligus perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan.
“Pemanfaatan sisa material aspal merupakan bentuk efisiensi sekaligus kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan,” terang Zulfikri.
Sebelum digunakan, serpihan aspal yang telah mengeras terlebih dahulu dipanaskan hingga kembali lentur.
Setelah itu, material tersebut digunakan untuk menutup lubang pada beberapa ruas jalan di kawasan perkantoran Pemda Rohul.
Penanganan kali ini menyasar titik jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang di kawasan Komplek Bina Praja.
Perbaikan sementara tersebut diharapkan dapat membuat akses lebih nyaman dan aman bagi pengguna jalan.
Kawasan tersebut tidak hanya digunakan aparatur sipil negara (ASN) untuk aktivitas perkantoran.
Masyarakat juga beraktivitas di lingkungan perkantoran tersebut, terutama pada sore hari.
Menurut Zulfikri, pemanfaatan material sisa ini menjadi langkah cepat untuk mencegah kerusakan jalan bertambah parah sebelum dilakukan penanganan secara permanen.
“Ini sekaligus solusi cepat agar kerusakan jalan tidak semakin parah sambil menunggu penanganan yang lebih permanen,” ujarnya.
Selain mengurangi material yang terbuang, penggunaan kembali sisa aspal tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur jalan.
Upaya ini dilakukan agar kerusakan tidak meluas dan nantinya membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar.
‘Dengan kegiatan ini, Zulfikri berharap kondisi jalan di kawasan perkantoran Pemda Rohul tetap terjaga baik.
Dengan demikian, aktivitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih lancar, aman dan nyaman. (adv)
