Qari Indonesia, Muhammad Fauji Ridwan Juara Tilawah Internasional 2026
Prestasi Muhammad Fauji Ridwan tersebut mengakhiri penantian Indonesia selama 13 tahun untuk kembali menjadi juara di kategori itu. Sementara itu, wakil Indonesia di cabang putri, Khairunnisa, menempati peringkat keempat.

RINGKASAN BERITA:
- Fauji mengulang pencapaian Indonesia yang terakhir diraih Dasrizal Marah Nainin pada 2013.
- Fauji meraih nilai 94,67 persen, mengungguli wakil Malaysia dan Belgia yang menempati posisi kedua dan ketiga.
- Qariah asal NTB tersebut menempati peringkat keempat dalam cabang Tilawah Al-Qur’an Putri.
RIAUCERDAS, JAKARTA – Indonesia kembali meraih gelar juara pertama cabang Tilawah Al-Qur’an Putra pada ajang internasional setelah Muhammad Fauji Ridwan keluar sebagai pemenang Majlis Tilawah dan Hafazan Al-Quran Peringkat Antarabangsa (MTHQA) ke-66 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Fauji memperoleh nilai 94,67 persen dalam kompetisi yang pemenangnya diumumkan pada 10 Oktober 2026. Hasil tersebut mengakhiri penantian selama 13 tahun bagi Indonesia untuk kembali meraih gelar tertinggi pada kategori tilawah putra di ajang tersebut.
Posisi kedua ditempati wakil tuan rumah, Cik Hasnul Taqiyuddin bin Cik Sazali, dengan nilai 92,99 persen. Sementara itu, peserta asal Belgia, Brahim Boughalab, berada di urutan ketiga dengan nilai 92,17 persen.
Atas kemenangannya, Fauji berhak menerima uang tunai RM40.000, trofi, paket umrah senilai RM10.000, serta emas senilai RM3.000.
Prestasi ini melanjutkan kiprah Fauji di dunia musabaqah Al-Qur’an. Sebelumnya, ia menjuarai cabang Tilawah Dewasa pada Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, saat mewakili DKI Jakarta. Kemenangan di tingkat nasional tersebut mengantarkannya menjadi wakil Indonesia pada kompetisi internasional di Malaysia.
Indonesia terakhir kali meraih juara pertama tilawah putra pada MTHQA ke-55 tahun 2013 melalui Dasrizal Marah Nainin. Keberhasilan Fauji pun menandai kembalinya Indonesia ke posisi teratas setelah lebih dari satu dekade.
MTHQA ke-66 diselenggarakan Pemerintah Malaysia melalui Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) pada 6–10 Oktober 2026 di Pusat Dagangan Dunia Kuala Lumpur (WTCKL).
Mengangkat tema “MADANI Dihayati, Ummah Diberkati”, kompetisi ini diikuti 50 peserta dari 38 negara, yang terbagi dalam kategori tilawah dan hafazan dengan masing-masing 25 peserta.
Khairunnisa tempati peringkat keempatIndonesia juga mengirim Khairunnisa pada cabang Tilawah Al-Qur’an Putri. Qariah asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan juara MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang tersebut berhasil menempati posisi keempat.
Gelar juara putri diraih qariah Malaysia, Nur Syakura binti Mohamad Musa. Posisi kedua ditempati A’tiiqah binte Suhaimi dari Singapura, sedangkan Dayangku Siti Ummi Syazana binti Pengiran Haji Marjuki dari Brunei Darussalam berada di urutan ketiga.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian kedua wakil Indonesia tersebut. Ia menilai kemenangan Fauji menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus dorongan bagi pembinaan qari dan qariah di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, Saudara Muhammad Fauji Ridwan mengharumkan nama Indonesia dan mengakhiri penantian panjang kita untuk kembali meraih juara tilawah putra di ajang ini. Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan ketekunan, disiplin, dan pembinaan yang berkelanjutan, qari Indonesia mampu tampil terbaik di panggung dunia,” terang Muchlis di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Muchlis menjelaskan, pencapaian di tingkat internasional merupakan hasil dari proses pembinaan berjenjang, mulai dari MTQ dan STQ di daerah hingga kompetisi nasional. Persiapan tersebut melibatkan latihan yang konsisten, bimbingan guru, serta dukungan keluarga dan lingkungan.
“Kami menyampaikan penghargaan kepada para guru Al-Qur’an, pelatih, LPTQ, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terus merawat tradisi tilawah. Pembinaan berjenjang perlu terus diperkuat agar semakin banyak talenta dari berbagai daerah memperoleh kesempatan berkembang dan mengharumkan nama bangsa,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas tilawah tidak hanya ditentukan oleh keindahan suara, tetapi merupakan perpaduan ketepatan bacaan, penguasaan tajwid dan fasahah, serta penghayatan terhadap ayat yang dilantunkan.
“Al-Qur’an tidak cukup hanya dilantunkan dengan indah. Keindahan bacaan harus membuka jalan untuk memahami dan mengamalkan pesannya: membentuk akhlak, menebarkan kasih sayang, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan kemaslahatan. Itulah makna terdalam dari prestasi yang kita syukuri hari ini,” paparnya.
Muchlis berharap keberhasilan Fauji dan pencapaian Khairunnisa dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, baik melalui pembacaan maupun pengamalan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. (*)
