Kukerta Unri, 180 Siswa SDN 006 Sialang Kubang Belajar Praktik Cuci Tangan

Mahasiswa Kukerta Berdampak Fakultas Keperawatan Universitas Riau mengedukasi 180 siswa SDN 006 Desa Sialang Kubang tentang pentingnya mencuci tangan dengan benar. Melalui penyuluhan, praktik langsung, dan kuis, kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta Universitas Riau memberi penyuluhan pentingnya mencuci tangan bagi siswa SDN 006 Desa Sialang Kubang, Kabupaten Kampar. (Sumber: Tim Kukerta Unri)

RINGKASAN BERITA:

  • Sebanyak 180 siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti penyuluhan cuci tangan yang baik
  • Siswa mempelajari enam bagian tangan yang perlu dibersihkan, mulai dari telapak hingga ujung jari dan kuku.
  • Kuis dan praktik mandiri digunakan untuk membantu siswa memahami serta menerapkan teknik mencuci tangan dalam keseharian.

RIAUCERDAS, KAMPAR – Sebanyak 180 siswa SDN 006 Desa Sialang Kubang mengikuti edukasi kesehatan mengenai teknik mencuci tangan yang benar melalui kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Fakultas Keperawatan Universitas Riau (Unri).

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) lalu itu menyasar siswa kelas 1 sampai kelas 6. Melalui penyuluhan dan praktik langsung, mahasiswa berupaya menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan tangan sejak dini.

Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan langkah sederhana yang berperan penting dalam menjaga kesehatan. Tangan kerap bersentuhan dengan berbagai benda dan permukaan yang berpotensi menjadi perantara perpindahan mikroorganisme penyebab penyakit.

Risiko tersebut menjadi perhatian khusus pada anak usia sekolah yang aktif belajar, bermain, menggunakan fasilitas bersama, hingga makan di lingkungan sekolah.

Tanpa kebiasaan menjaga kebersihan tangan, mikroorganisme dapat berpindah dari tangan ke mulut, hidung, mata, makanan, maupun orang lain.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai manfaat mencuci tangan dan teknik enam langkah yang benar.

Materi mengacu pada panduan kebersihan tangan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan penekanan pada pembersihan seluruh permukaan tangan.

Enam bagian yang diperhatikan meliputi telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, punggung jari, ibu jari, serta ujung jari dan kuku. Pengenalan setiap bagian tersebut membantu siswa memahami bahwa mencuci tangan perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar membasahi tangan.

Setelah sesi penyuluhan, para siswa diajak mempraktikkan gerakan cuci tangan enam langkah secara bersama-sama dengan bimbingan mahasiswa.

Mereka juga mendapat kesempatan mencoba setiap gerakan secara mandiri agar lebih memahami urutan yang tepat.

Untuk mengetahui pemahaman peserta, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan kuis dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan dan mengikuti setiap tahapan kegiatan hingga selesai.

Salah seorang siswa mengungkapkan kegembiraannya mengikuti edukasi tersebut.

“Kegiatannya asyik, Kak. Kami senang dengan kegiatan cuci tangan bersama kakak-kakak KKN,” ujar salah satu siswa peserta kegiatan.

Siswa tengah praktik mencuci tangan saat mengikuti penyuluhan dari mahasiswa Kukerta Unri.

Penanggung jawab kegiatan, Nurmala Anggraini dalam rilis tertulis berharap edukasi tersebut dapat membentuk kebiasaan sehat yang terus diterapkan siswa setelah kegiatan berakhir.

“Kami ingin adik-adik terbiasa mencuci tangan dengan benar, bukan hanya saat ada kegiatan ini. Kebiasaan sederhana ini penting untuk mencegah penyakit, dan kami senang melihat siswa begitu antusias,” ujar Nurmala Anggraini.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar. Siswa mengikuti penyuluhan secara aktif dan mampu mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan secara mandiri. Perpaduan penjelasan, peragaan, dan praktik langsung menjadi cara yang digunakan untuk membantu siswa memahami materi kesehatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Berdampak Fakultas Keperawatan Unri berharap kebiasaan mencuci tangan dengan benar dapat diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

Upaya tersebut diharapkan turut mendukung kesehatan siswa dan terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih serta sehat. (*)

Share to: