Semarakkan Milad Muhammadiyah, FSI Umri dan Aisyiyah Riau Gelar Seminar Parenting Lewat Aksi Da’i Cilik
FSI Umri berkolaborasi dengan PWA Riau menggelar Seminar Parenting bertema era digital yang dimeriahkan aksi teater dan Da’i Cilik dalam rangka Milad ke-114 Muhammadiyah.

RINGKASAN BERITA:
- Acara diramaikan oleh penampilan panggung Teater Anak Islam dan Da’i Cilik binaan Akademi Cemerlang Indonesia yang memukau para peserta.
- Kegiatan ini merupakan sinergi antara Fakultas Studi Islam Umri dan PW Aisyiyah Riau guna memperkuat pola asuh generasi muda di era digital.
- Pihak universitas menekankan pentingnya pendampingan teknologi agar anak tumbuh cerdas, berkarakter Islami, dan berdaya saing tinggi.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Penampilan memukau dari Teater Anak Islam dan Da’i Cilik binaan Akademi Cemerlang Indonesia mewarnai jalannya Seminar Parenting bertajuk “Kreativitas Anak Cemerlang di Era Digital” di Auditorium Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Senin (1/11/2026).
Aksi panggung tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan wadah pelatihan bagi anak-anak untuk mengasah keberanian berbicara di depan publik, keterampilan seni peran, serta penyampaian nilai-nilai keislaman secara kreatif.
Agenda edukatif yang dihelat dalam rangka menyemarakkan Milad ke-114 Muhammadiyah ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Fakultas Studi Islam (FSI) Umri dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Riau.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari para guru, orang tua murid, serta kalangan aktivis Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai wilayah di Provinsi Riau.
Dekan Fakultas Studi Islam Umri, Dr. Santoso, S.S., M.Si., mengemukakan bahwa perhelatan ini merefleksikan komitmen institusi perguruan tinggi dalam melahirkan generasi Islam yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki ketahanan karakter dan adaptabilitas tinggi.
Menurutnya, pengasuhan anak mutlak dilakukan secara menyeluruh dengan menyeimbangkan aspek spiritual, intelektual, emosional, dan sosial agar mereka tumbuh mandiri serta berakhlak mulia.
”Terlebih di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, anak-anak membutuhkan pendampingan yang tepat dari orang tua maupun lingkungan pendidikan. Teknologi perlu diarahkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan potensi, bukan justru menjadi faktor yang menghambat perkembangan sosial, emosional, dan spiritual anak,” kata Dr. Santoso.
Sinergi antara FSI Umri dan PWA Riau ini dinilai sebagai wujud nyata penyatuan gerakan pendidikan untuk menghadirkan ekosistem belajar yang konstruktif bagi masyarakat luas.
Semangat tersebut sejalan dengan misi besar persyarikatan dalam mencerahkan peradaban melalui pembinaan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Melalui sinergi yang terus dirajut bersama Akademi Cemerlang Indonesia, pihak penyelenggara berharap anak-anak di Riau tidak sekadar menjadi penerus pasif, melainkan aktor perubahan masa depan yang progresif, kreatif, dan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman. (*)
