Bupati Anton Tegaskan Dukungan untuk BRK Syariah, Dorong Pembiayaan UMKM

Bupati Rokan Hulu Anton ST MM menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan BRK Syariah sebagai bank daerah yang berperan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM saat menghadiri RUPS dan RUPSLB Bank Riau Kepri Syariah pada Senin (8/6/2026) di Pekanbaru. (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA :

  • Pemkab Rohul mendukung pengembangan BRK Syariah untuk memperkuat kontribusi perbankan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
  • Pembiayaan UMKM menjadi perhatian penting, karena pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berperan sebagai salah satu fondasi perekonomian daerah.
  • RUPS membahas evaluasi dan strategi perusahaan, termasuk laporan keuangan 2025, penguatan tata kelola, peningkatan pelayanan, dan arah pengembangan BRK Syariah pada 2026.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menegaskan dukungannya terhadap pengembangan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah, terutama melalui peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Rohul Anton ST MM saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 BRK Syariah, Senin (8/6/2026).

Anton menilai kemajuan perbankan daerah dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Dukungan pembiayaan bagi UMKM menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat karena sektor tersebut berperan penting dalam menopang perekonomian.

“Kita mendukung kemajuan perbankan daerah ya. Apalagi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap Bupati Anton jelang mengikuti rapat.

Rapat tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, serta dihadiri jajaran direksi dan komisaris BRK Syariah.

Seluruh kepala daerah kabupaten dan kota dari Provinsi Riau dan Kepulauan Riau juga hadir dalam kapasitas sebagai pemegang saham.

Forum tersebut membahas laporan pertanggungjawaban kinerja keuangan perusahaan untuk tahun buku 2025 sekaligus merumuskan arah strategis pengembangan BRK Syariah pada 2026.

Sejumlah agenda menjadi perhatian dalam rapat, antara lain evaluasi kinerja perusahaan, penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan perbankan, serta penyusunan langkah strategis untuk memperbesar kontribusi bank terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Usai mengikuti rapat, Anton kembali menekankan posisi strategis BRK Syariah dalam mendukung kebutuhan keuangan masyarakat. Menurutnya, perbankan daerah tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga dapat berperan dalam mendorong kegiatan usaha dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Melalui forum ini, berbagai kebijakan strategis dan arah pengembangan BRK Syariah dibahas untuk memperkuat peran bank daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pembiayaan UMKM, serta pelayanan perbankan yang semakin baik bagi masyarakat,” paparnya.

Pemkab Rohul berharap pengembangan BRK Syariah dapat memperluas dukungan terhadap pelaku usaha dan meningkatkan kualitas layanan keuangan.

Penguatan peran tersebut diharapkan ikut membuka peluang bagi pertumbuhan UMKM dan memperkuat perekonomian masyarakat di daerah. (adv)

Share to: