Panen Padi Rambah Baru Tembus 8,9 Ton per Hektare, Bupati Rohul Janjikan Tambahan Modal Rp5 Juta
Bupati Rokan Hulu Anton menjanjikan tambahan modal Rp5 juta untuk mendukung penanaman berikutnya serta menargetkan peningkatan produksi melalui bantuan benih, teknologi pertanian, dan pendampingan petani.

RINGKASAN BERITA:
- Hasil panen di Rambah Baru meningkat dibandingkan rata-rata produktivitas padi sawah Rohul pada 2025 yang mencapai 6,92 ton per hektare.
- Bupati Anton menjanjikan dana tambahan bagi petani untuk mendukung penanaman berikutnya.
- Pemkab Rohul menargetkan bantuan benih padi pada 2026 untuk lahan seluas 400 hektare, termasuk 170 hektare di Kecamatan Rambah Samo.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Produktivitas padi sawah di Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mencapai 8,9 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.
Capaian tersebut menjadi perhatian Bupati Rohul, Anton ST MM yang menjanjikan tambahan modal Rp5 juta bagi petani untuk mendukung penanaman berikutnya.
Janji itu disampaikan Anton saat memimpin panen padi bersama Kelompok Tani Agri Pondok pada Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, perwakilan Polres dan Kejari Rohul, Kepala Bulog, Ketua KTNA Rohul, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Samsul Kamar, S.Hut, M.Si, serta unsur pemerintah kecamatan, desa, dan kelompok tani.
“Saya akan tambah Rp 5 juta untuk modal tanam berikutnya,” kata Bupati Anton. Hasil panen di lokasi tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan rata-rata produktivitas padi sawah Rohul pada 2025 yang tercatat 6,92 ton per hektare.
Capaian 8,9 ton per hektare itu menjadi salah satu indikator potensi peningkatan hasil pertanian di daerah tersebut.
Pada 2025, luas panen padi di Kabupaten Rohul mencapai 3.520,4 hektare. Luasan itu terdiri atas 1.752,4 hektare padi sawah dan 1.768 hektare padi gogo, dengan total produksi 18.390,62 ton GKP dan rata-rata produktivitas gabungan 5,22 ton per hektare.
Anton mengatakan Rohul memiliki peran dalam menopang ketahanan pangan di Provinsi Riau. Karena itu, peningkatan produktivitas lahan pertanian menjadi salah satu hal yang perlu terus didorong.
Menurutnya, Rohul memiliki luas baku sawah 1.432 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1.100 hektare telah dapat ditanami padi dan tersebar di delapan kecamatan.
Khusus Kecamatan Rambah Samo, luas lahan sawah tercatat 467 hektare. Sebanyak 129 hektare di antaranya berada di Desa Rambah Baru, lokasi panen padi yang dipimpin Bupati Rohul tersebut.
Untuk meningkatkan hasil produksi, pemerintah daerah menargetkan penguatan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern, peningkatan indeks pertanaman, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama.
Anton juga meminta perangkat daerah terkait menggali potensi Desa Rambah Baru agar dapat dikembangkan lebih lanjut. “Di 2026 ini, kita menargetkan produksi padi sawah dan gogo 5,5 ton per ha,” katanya.
Bupati Coba Alsintan
Dalam kegiatan panen tersebut, Anton turut mencoba menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern yang disediakan pemerintah untuk membantu mempermudah pekerjaan petani.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para petani dan menegaskan komitmen Pemkab Rohul untuk mendukung peningkatan produktivitas melalui bantuan benih serta pendampingan. Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan bantuan benih padi untuk lahan seluas 400 hektare, dengan alokasi 170 hektare di Kecamatan Rambah Samo.
“Di 2026 ini, pemerintah akan hadir dengan berbagai program bantuan benih padi untuk seluas 400 ha dengan 170 ha di Rambah Samo. Trimakasih buat para petani. Mari jadikan panen hari ini untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kesejahteraan petani,” ungkapnya. (adv)
