Gedung Baru DPRD Rohul Ditargetkan Beroperasi pada 2027

Gedung baru DPRD Rokan Hulu ditargetkan mulai digunakan pada 2027 setelah pengerjaan sarana utilitas diselesaikan akhir 2026. Pekerjaan meliputi instalasi listrik, pendingin ruangan, jaringan air bersih, dan sistem keamanan kebakaran.

Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan gedung DPRD Rokan Hulu yang masih dalam tahap pengerjaan. Rencananya, gedung ini sudah mulai digunakan pada 2027. (Sumber: Istimewa)

RINGKASAN BERITA:

  • Gedung DPRD Rohul ditargetkan bisa difungsikan pada 2027 setelah sarana utilitas rampung.
  • Pembangunan struktur gedung dimulai pada 2012 dan dilanjutkan menjadi bangunan utuh pada 2024.
  • Pekerjaan sebelumnya mengalami keterlambatan yang dikenai denda, sementara pemeriksaan dilakukan sejumlah lembaga pengawasan dan audit.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Gedung baru DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ditargetkan mulai digunakan pada 2027 setelah pengerjaan fasilitas penunjang dituntaskan.

Saat ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Rohul tengah menyelesaikan sejumlah sarana utilitas yang diperlukan agar bangunan dapat difungsikan.

Kepala Bidang Cipta Karya Perkim Rohul, Taufik Hidayat, mengatakan pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026. “Insyaallah tahun ini diselesaikan sehingga harapannya 2027 sudah difungsikan,” ungkap Taufik, Senin (14/9/2026).

Fasilitas yang sedang dikerjakan mencakup instalasi kelistrikan, pendingin ruangan, jaringan air bersih, serta perangkat keselamatan untuk mengantisipasi kebakaran. Sejumlah kebutuhan penunjang lainnya juga menjadi bagian dari pekerjaan tersebut.

Belum tersedianya fasilitas itu menjadi alasan gedung yang tampak selesai dari luar tersebut belum dapat ditempati para anggota dewan.

Menurut Taufik, anggaran pembangunan sebelumnya difokuskan pada bangunan fisik, sedangkan utilitas belum termasuk dalam pekerjaan yang dilaksanakan saat itu.

“Kenapa belum difungsikan pada saat itu? Anggaran hanya untuk bangunan saja. AC, listrik belum. Air bersih, keamanan dari kebakaran juga belum. Itulah yang dikerjakan tahun ini,” kata dia.

Taufik menjelaskan, pembangunan gedung DPRD Rohul telah dimulai sejak 2012. Pada tahap awal, pekerjaan baru mencakup struktur dari tiga bangunan.

Selanjutnya, pada 2024, pemerintah daerah melanjutkan pembangunan untuk menjadikan struktur yang telah tersedia sebagai bangunan utuh. Hasilnya, terdapat tiga bangunan yang perlu dilengkapi dengan fasilitas pendukung agar bisa digunakan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan pada 2024, proyek tersebut menghadapi sejumlah kendala sehingga masa pengerjaan harus diperpanjang. Perkim Rohul, kata Taufik, juga meminta pendampingan dari lembaga terkait selama proses pembangunan berlangsung.

Pemeriksaan telah dilakukan oleh inspektorat, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta lembaga audit independen.

Taufik menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan pekerjaan telah memenuhi persyaratan sesuai kontrak, meskipun terdapat temuan terkait keterlambatan penyelesaian proyek.

Atas keterlambatan itu, denda telah dikenakan dan dipotong langsung ketika pembayaran dilakukan. “Alhamdulillah hasilnya memenuhi persyaratan apa yang dikontrak, itu yang dikerjakan. Memang ada temuan lainnya, keterlambatan. Sudah ada denda. Sudah dipotong langsung saat kami lakukan pembayaran. Kami juga takut ada temuan,” paparnya.

Ia juga menyampaikan bahwa volume pekerjaan bangunan telah diaudit dan sejumlah temuan sudah ditindaklanjuti oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Rohul.

Dengan penyelesaian sarana utilitas yang sedang berjalan, pihaknya berharap gedung baru tersebut dapat segera digunakan sesuai target yang telah ditetapkan. “Semoga tahun 2027 sudah bisa difungsikan,” tandasnya. (adv)

Share to: