Pemkab Rohul Kembangkan Surau Suluk Rantau Binuang Sakti sebagai Wisata Religi
Komitmen menjaga, merawat, dan mengembangkan kawasan Surau Suluk Rantau Binuang Sakti disampaikan Wakil Bupati Syafaruddin Poti saat peringatan Milad ke-218 Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi.

RINGKASAN BERITA:
- Pemkab Rohul berkomitmen merawat kawasan Surau Suluk Rantau Binuang Sakti dengan tetap menjaga nilai sejarah dan kesakralannya.
- Peringatan Milad ke-218 Syekh Abdul Wahab Rokan menjadi momentum meneruskan nilai keagamaan dan keteladanan beliau kepada generasi berikutnya.
- Pemkab Rohul telah meninjau sarana prasarana, akses, kebersihan, dan kenyamanan jamaah di kawasan wisata religi tersebut.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) berkomitmen menjaga, merawat, dan mengembangkan kawasan Surau Suluk Rantau Binuang Sakti di Kecamatan Kepenuhan sebagai destinasi wisata religi.
Kawasan bersejarah ini merupakan tempat kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi, ulama besar yang berasal dari Rohul.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Rohul, Syafaruddin Poti, saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Milad ke-218 Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan sekaligus penutupan kegiatan suluk di Madrasah Suluk Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan, Desa Rantau Binuang Sakti, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, Rantau Binuang Sakti memiliki sejarah dan nilai religi yang sangat besar. Pemerintah tentu berkepentingan untuk menjaga, merawat dan mengembangkan kawasan ini dengan tetap mempertahankan nilai sejarah dan kesakralannya.
Menurut Syafaruddin, peringatan milad dan kegiatan suluk tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat pelestarian sejarah, budaya, dan wisata religi di Rantau Binuang Sakti.
Ia menegaskan, peringatan Milad Syekh Abdul Wahab Rokan memiliki makna lebih luas daripada seremoni tahunan. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan hidup, mempelajari ajaran, serta meneruskan nilai keagamaan dan keteladanan yang diwariskan sang ulama.
“Ini bukan hanya tentang mengenang seorang ulama, tetapi bagaimana nilai-nilai perjuangan dan keteladanan beliau terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Syafaruddin Poti.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan suluk dan milad memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi jamaah, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran dan keteladanan Syekh Abdul Wahab Rokan.
Sementara itu, bagi keluarga dan keturunan Syekh Abdul Wahab Rokan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah serta meneruskan perjuangan ulama yang memiliki pengaruh dalam perkembangan Islam dan tarekat Naqsabandiyah.
Wilayah Sudah Ditinjau
Sebelum pelaksanaan kegiatan, Pemkab Rohul telah meninjau kawasan Wisata Religi Rantau Binuang Sakti sebagai bagian dari persiapan.
Peninjauan mencakup kondisi sarana dan prasarana, akses menuju lokasi, kebersihan kawasan, serta kenyamanan jamaah dan peziarah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan kawasan bersejarah yang memiliki nilai penting bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
Syafaruddin berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui peringatan milad dan kegiatan suluk dapat terus dipelihara. Selain memperkuat kehidupan keagamaan, kegiatan tersebut diharapkan mempererat hubungan antara jamaah, keluarga Syekh Abdul Wahab Rokan, masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah.
“Harapan kita, kegiatan ini terus memberikan manfaat bagi jamaah, keluarga Syekh Abdul Wahab Rokan, masyarakat sekitar dan pemerintah. Yang paling penting, nilai-nilai perjuangan beliau dapat terus menjadi teladan bagi generasi kita,” kata dia.
Puncak peringatan Milad ke-218 dan penutupan suluk tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan H. Helfiskar, SH, MM, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Suharman, S.Pi, MM, dan Kepala DPMPTSP H. Munandar, SE, MM.
Hadir pula Kepala Bagian Kesra Saprizal AH, Camat Kepenuhan Gustia Hendri, S.Sos, M.Si, Camat Kepenuhan Hulu Juneidy, S.IP, M.Si, Camat Rambah Hilir Mahadi, SE, MM, serta tokoh masyarakat Kepenuhan H. Zulyadaini.
Pimpinan Madrasah Suluk Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan, para murid, dan masyarakat setempat pun mengikuti kegiatan tersebut. (adv)
