29 Anak Terdampak Banjir di Solok Terima Bantuan dari Mahasiswa FSI UMRI
Mahasiswa FSI UMRI menyalurkan bantuan kepada 29 anak dari 54 KK terdampak banjir dan galodo di Kabupaten Solok. Bantuan difokuskan pada kebutuhan sekolah dan dilengkapi kegiatan trauma healing.

RINGKASAN BERITA:
- Bantuan pendidikan diberikan kepada 29 anak terdampak bencana di Solok.
- Mahasiswa mengalihkan hasil penggalangan dana untuk kebutuhan sekolah setelah melihat logistik umum telah cukup tersedia.
- Selain bantuan material, relawan menggelar trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis anak.
RIAUCERDAS, SOLOK – Sebanyak 29 anak terdampak banjir dan galodo di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, menerima bantuan pendidikan dari mahasiswa Fakultas Studi Islam (FSI) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Bantuan tersebut disalurkan setelah relawan melakukan pendataan langsung terhadap kebutuhan warga di lokasi bencana.Keberangkatan relawan dilakukan setelah sebelumnya mahasiswa menggalang dana di lingkungan Kampus UMRI dan sejumlah titik jalan di Kota Pekanbaru.
Selain uang, mereka juga mengumpulkan pakaian layak pakai dan sejumlah kebutuhan lainnya untuk dibawa ke daerah terdampak.Aksi kemanusiaan ini melibatkan BEM FSI UMRI bersama organisasi mahasiswa di lingkungan FSI UMRI.
Kegiatan juga menggandeng Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatra Barat, PK IMM Djazman Al Kindi, serta LAZISMU Kota Padang.Rombongan berangkat dari Pekanbaru pada Jumat dan tiba di Posko MDMC Sumatra Barat sekitar pukul 24.00 WIB.
Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, para mahasiswa menuju lokasi terdampak untuk melihat langsung kondisi warga dan memetakan kebutuhan yang masih diperlukan.
Gubernur FSI UMRI sekaligus kader PK IMM Djazman Al Kindi, Dheo Yudha, mengatakan hasil observasi menunjukkan bantuan logistik secara umum telah cukup banyak diterima masyarakat.
Kondisi tersebut membuat hasil penggalangan dana mahasiswa diarahkan untuk kebutuhan pendidikan anak-anak.
Menurut dia, kondisi pemulihan saat ini sudah sekitar 80 persen dan logistik juga sudah banyak tersedia, baik dari pemerintah, lembaga, maupun berbagai pihak lainnya.
“Karena itu, kami yang datang sebagai relawan melakukan observasi terlebih dahulu untuk melihat kebutuhan yang paling mendesak. Dari hasil observasi tersebut, kami memfokuskan bantuan kepada anak-anak sekolah yang terdampak,” terang Dheo.
Pendataan di lapangan mencatat terdapat 54 kepala keluarga (KK) yang terdampak di lokasi tersebut.
Dari jumlah itu, bantuan pendidikan diberikan kepada 29 anak.Bantuan yang diberikan mencakup seragam sekolah, sepatu, perlengkapan sekolah, air mineral, pakaian layak pakai, serta kebutuhan lainnya.
Penyaluran tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak tetap menjalani aktivitas pendidikan selama proses pemulihan pascabencana.
Para mahasiswa tidak hanya membawa bantuan berupa barang. Relawan juga mengadakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pemulihan psikologis setelah bencana.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa selingkung FSI UMRI, yakni BEM FSI UMRI, Himpunan Mahasiswa Perbankan Syariah, Himpunan Mahasiswa Psikologi Islam, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), PK IMM Djazman Al Kindi, serta Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI).
Dheo mengapresiasi dukungan Fakultas Studi Islam UMRI yang menyediakan kendaraan untuk perjalanan menuju lokasi bencana.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada LAZISMU Kota Pekanbaru, mahasiswa, dan para donatur yang mendukung pelaksanaan aksi tersebut.
“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari fakultas berupa kendaraan untuk transportasi ke lokasi bencana. Terima kasih juga kepada LAZISMU Kota Pekanbaru yang telah membantu keberangkatan dan komunikasi dengan lembaga-lembaga yang ada di Sumatra Barat,” ujarnya.
Dia juga berterima kasih kepada seluruh mahasiswa yang terlibat dalam proses penggalangan dana dan seluruh donatur yang telah memberikan sumbangan,.
Dheo berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan, terutama anak-anak yang kembali menjalani aktivitas pendidikan setelah terdampak bencana.
“Semoga seluruh keringat, tenaga, waktu, dan materi yang diberikan dalam aksi kemanusiaan ini menjadi amal kebaikan dan dibalas oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ucapnya.
Aksi tersebut menjadi bagian dari keterlibatan mahasiswa UMRI dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan juga menjadi bentuk penerapan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui solidaritas serta kepedulian terhadap warga terdampak bencana. (*)
