INISCOM II UIN Suska Riau Jangkau Mahasiswa Malaysia

International Islamic Student Competition (INISCOM) II 2026 UIN Suska Riau diikuti mahasiswa dari 11 perguruan tinggi, termasuk Universiti Malaya dan UniSZA Malaysia. Kompetisi tersebut mencakup 33 cabang bidang keagamaan, seni, serta riset dan karya tulis ilmiah.

Foto bersama saat pelaksanaan International Islamic Student Competition (INISCOM) II 2026 UIN Suska Riau yang diikuti mahasiswa dari 11 perguruan tinggi, termasuk Universiti Malaya dan UniSZA Malaysia. (Sumber: UIN Suska Riau)

RINGKASAN BERITA :

  • INISCOM II 2026 diikuti mahasiswa dari perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia.
  • Kompetisi mencakup 33 cabang yang terbagi dalam bidang keagamaan, seni, serta riset/karya tulis ilmiah.
  • Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau mendorong kompetisi sebagai sarana pengembangan prestasi sekaligus promosi kajian Islam yang relevan dengan zaman.

RIAUCERDAS, PEKANBARU – Mahasiswa dari 11 perguruan tinggi dalam dan luar negeri ambil bagian dalam International Islamic Student Competition (INISCOM) II 2026 yang digelar Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.

Kompetisi ini mempertemukan peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia hingga Malaysia dalam berbagai bidang kajian keislaman.

Rangkaian kegiatan ditutup melalui Award Ceremony sekaligus penyerahan medali dan sertifikat di Auditorium Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Ushuluddin, para Wakil Dekan, serta civitas akademika Fakultas Ushuluddin.

Peserta INISCOM II berasal dari berbagai jenjang semester, mulai mahasiswa semester pertama hingga tingkat akhir.

Perguruan tinggi peserta di antaranya UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Alauddin Makassar, UIN Mataram, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Sultan Saifuddin Jambi, dan UIN Suska Riau.

Keikutsertaan peserta juga berasal dari dua perguruan tinggi Malaysia, yakni Universiti Malaya dan Universiti Islam Sultan Zainal Abidin (UniSZA).

Dengan keterlibatan tersebut, ajang yang diselenggarakan Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau turut menjangkau peserta dari luar Indonesia.Kompetisi sebelumnya berlangsung secara daring pada 14–30 September 2026.

Peserta mengikuti rangkaian kegiatan melalui Zoom Meeting, pengiriman karya, serta pengunggahan karya melalui kanal YouTube.

Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau, Dr. Hj. Rina Rehayati, M.Ag., mengapresiasi dedikasi dan semangat peserta selama mengikuti kompetisi. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di tengah masyarakat.

“Jadilah mahasiswa yang haus ilmu. Meskipun kalah dalam berkompetisi, tetaplah menjadi pejuang dalam kebaikan untuk menjadi juara dan menjadi generasi emas. Bawa ilmu yang diperoleh dari INISCOM, ajarkan kepada masyarakat, dan terus rawat tali silaturahmi sebagai modal kolaborasi dakwah dan riset di masa depan,” terang Dr. Rina.

Sementara, Wakil Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. H. Raihani, M.Ed., Ph.D., menilai INISCOM memiliki fungsi lebih luas daripada kompetisi prestasi mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi Fakultas Ushuluddin untuk memperkenalkan pengembangan ilmu keislaman yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“INISCOM menjadi ajang adu prestasi sekaligus promosi bagi Fakultas Ushuluddin. Ke depan, agenda kompetisi seperti ini perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan global,” ujar Prof. Raihani dilansir dari laman UIN Suska.

Ketua Pelaksanaan INISCOM II 2026 juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.

Ia menyebut terdapat 33 cabang perlombaan yang diikuti peserta dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Dia bersyukur dan bangga atas suksesnya penyelenggaraan INISCOM II tahun ini.

Selain pimpinan universitas, ia berterima kasih kepada seluruh panitia yang bekerja tanpa kenal lelah, dewan juri, serta seluruh peserta dari 11 perguruan tinggi.

“Semoga ajang ini menjadi batu loncatan bagi lahirnya generasi muda Islam yang unggul, berprestasi, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Tahun ini, 33 cabang diperlombakan dalam tiga cabang utama.

Bidang keagamaan terdiri dari 11 cabang, antara lain Musabaqah Hifdz Al-Qur’an 10, 20, dan 30 juz, Musabaqah Hifdz Al-Hadis, Musabaqah Qira’atil Kutub, Musabaqah Fahmil Quran, Musabaqah Tilawah Al-Qur’an, Musabaqah Murattal Al-Qur’an, Musabaqah Tafsir Al-Qur’an bahasa Arab dan Inggris, serta Musabaqah Syarhil Quran.

Bidang seni mencakup puitisasi terjemahan Al-Qur’an, Pop Solo Islami, Nasyid Grup, Desain Poster, pidato Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab, Film Pendek, Fotografi, serta Kaligrafi Naskah, Kaligrafi Dekorasi, dan Kaligrafi Kontemporer.

Sementara itu, bidang riset dan karya tulis ilmiah meliputi Karya Tulis Populer Studi Islam serta karya ilmiah di bidang Filsafat, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadis, Ilmu Politik Islam, Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam, Psikologi Islam, Sosiologi Agama, Studi Agama-Agama, serta Tasawuf dan Psikoterapi.

Melalui rangkaian tersebut, INISCOM II 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan akademik, kreativitas, dan prestasi dalam berbagai bidang kajian keislaman sekaligus memperluas jejaring antarmahasiswa dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. (*)

Share to: