Kemendikdasmen Raih Platinum Awards AHI 2026
Kemendikdasmen mengoleksi 21 trofi dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026, termasuk Platinum Awards yang untuk pertama kalinya diraih kementerian tersebut. Capaian ini mencakup penghargaan atas keterbukaan informasi, inovasi komunikasi, layanan digital, hingga penyajian informasi yang ramah disabilitas.

RINGKASAN BERITA:
- Kemendikdasmen meraih total 21 penghargaan dalam satu kompetisi kehumasan, termasuk Platinum Awards untuk pertama kalinya.
- Komitmen menyediakan informasi ramah disabilitas menjadi salah satu aspek yang disoroti dalam pencapaian Ditjen Dikmen Diksus.
- Kemendikdasmen memperoleh penghargaan di tengah kompetisi nasional yang melibatkan ratusan karya kehumasan.
RIAUCERDAS, SURAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatatkan prestasi tertinggi dalam kompetisi kehumasan nasional dengan memborong 21 penghargaan pada Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026.
Rekor tersebut sekaligus menandai keberhasilan perdana Kemendikdasmen meraih Platinum Awards, predikat tertinggi dalam ajang yang digelar Humas Indonesia itu.Penghargaan diserahkan dalam malam puncak The 8th AHI 2026 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).
Dari total penghargaan yang diperoleh, Kemendikdasmen mengantongi lima Gold, delapan Silver, enam Bronze, satu Platinum Winner, serta satu Best Presenter.
Capaian tersebut diraih melalui kontribusi Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus), serta Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK).
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menilai keberhasilan di ajang penghargaan bukan sekadar pencapaian institusi. Menurut dia, kualitas komunikasi pemerintah perlu diukur dari manfaat informasi yang benar-benar diterima masyarakat.
“Penghargaan ini tentu membanggakan, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kerja-kerja humas kita benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Informasi pendidikan itu harus sampai dengan bahasa yang mudah dipahami, tidak kaku, dan dekat dengan keseharian orang tua serta anak-anak kita di rumah. Terima kasih untuk tim humas yang terus bersemangat mendengar dan merespons kebutuhan publik,” ujar Suharti.
Direktur Jenderal Dikmen Diksus, Tatang Muttaqin, yang menghadiri langsung acara penganugerahan, turut menyoroti pengakuan terhadap kinerja komunikasi kementerian. Ia berharap prestasi tersebut mendorong tim humas untuk terus meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
“Ini menunjukkan bagaimana kerja kita di tim humas telah memberikan dampak dan diapresiasi oleh lembaga yang sangat kompeten di bidang kehumasan,” ungkap Tatang.
Ia menambahkan, penyampaian informasi yang inklusif menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan pelayanan publik di sektor pendidikan.
Karena itu, informasi yang disediakan pemerintah harus mudah diakses, akurat, dapat dipercaya, serta mampu menjangkau kelompok masyarakat dengan kebutuhan yang beragam.
“Pencapaian ini juga buah dari komitmen Ditjen Dikmen Diksus untuk menghadirkan informasi yang ramah disabilitas. Kami ingin memastikan publik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dan layanan khusus tidak tertinggal dalam mendapatkan akses informasi yang setara,” tutur Tatang.
Beragam kanal komunikasi memperoleh penghargaan. Pada kategori Gold, Kemendikdasmen memperoleh pengakuan melalui PPID Utama, Ruang Virtual, Ruang Fisik, Program Kehumasan Rumah Pendidikan, serta Video Profil Karena Mereka.
Sementara itu, delapan penghargaan Silver diberikan untuk Laman Kemendikdasmen, Repositori Institusi Kemendikdasmen, Media Internal Jendela Edisi 69, media sosial Ditjen Dikmen Diksus, Program Kehumasan Gelar Karya Vokasi PKPLK, Laman Rumah Disabilitas, Video Profil PKPLK, dan Majalah Internal Kita Istimewa.
Enam penghargaan Bronze diperoleh melalui akun TikTok dan Instagram Kemendikdasmen, Program Kehumasan Cerita Serunya Belajar, Program Humas Training of Trainers (ToT) Alquran, serta Aplikasi Kamus Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI).
Selain penghargaan untuk program dan kanal komunikasi, Kepala Biro Komunikasi dan Humas Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, meraih penghargaan Best Presenter.
Adapun Friza Marrianty memperoleh penghargaan Kartini Humas Indonesia kategori Bronze.
AHI merupakan ajang apresiasi terhadap kinerja kehumasan, keterbukaan informasi publik, dan inovasi komunikasi di berbagai institusi Indonesia.
Pesertanya meliputi kementerian, lembaga negara, badan usaha milik negara dan daerah, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi.
Pada penyelenggaraan 2026, Kemendikdasmen bersaing dengan lebih dari 300 entri yang mengikuti proses penilaian dewan juri.
Dalam malam puncak penghargaan, penyelenggara menyerahkan 178 trofi kepada 80 institusi pemenang, ditambah empat trofi khusus Platinum dan 18 penghargaan Kartini Humas Indonesia.
CEO Humas Indonesia, Asmono Wikan, mengapresiasi dedikasi para praktisi humas yang dinilai berperan dalam memperkuat transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
“Ini adalah cerminan dari ratusan jam kerja, ribuan gagasan, dan tak terhitung dedikasi dari rekan-rekan humas di seluruh Indonesia yang setiap hari berjuang membangun transparansi dan menguatkan kepercayaan publik terhadap institusi mereka masing-masing,” terang Asmono.
Raihan 21 trofi menempatkan Kemendikdasmen dalam catatan prestasi tersendiri pada AHI 2026.
Di luar pengakuan terhadap berbagai kanal dan program komunikasi, penghargaan tersebut juga menegaskan pentingnya penyediaan informasi pendidikan yang mudah dipahami, kredibel, dan dapat diakses secara setara oleh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.(*)
