Diguyur Hujan saat Upacara HSN 2026, Afni Z Titipkan Harapan Bangsa kepada Santri
Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Siak berlangsung di tengah hujan. Bupati Afni Z menegaskan peran santri menjaga moral, persatuan, dan masa depan bangsa.

RINGKASAN BERITA:
- Ribuan santri mengikuti upacara Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Tugu depan Istana Siak meski diguyur hujan.
- Bupati Siak Afni Z menegaskan santri berperan sebagai penjaga moral bangsa sekaligus penggerak sejarah dan modernisasi beragama.
- Afni mengajak santri terus menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, serta mengabdikan diri untuk Indonesia.
RIAUCERDAS, SIAK – Guyuran hujan tidak menyurutkan semangat para santri mengikuti Upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Tugu, depan Istana Siak, Sabtu (24/10/2026) pagi.
Di tengah lapangan yang basah dan langit mendung, para santriwan dan santriwati tetap berdiri tegak mengikuti prosesi yang berlangsung khidmat.
Jubah dan peci yang basah menjadi gambaran keteguhan para peserta dalam memperingati Hari Santri Nasional.
Dalam suasana tersebut, Bupati Siak Afni Z yang bertindak sebagai pembina upacara mengingatkan kembali peran penting santri dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Menurut Afni, santri tidak hanya menjadi bagian dari tradisi pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga moral dan akhlak sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
“Ini adalah tonggak sejarah pengakuan bahwa santri penjaga moral dan akhlak, penggerak sejarah, pelopor modernisasi beragama, dan adaptif dengan era modern,” ungkap Afni.
Dalam amanatnya, Afni juga menyampaikan pesan tentang besarnya peran doa dan perjuangan para santri bagi masa depan Indonesia. Ia menggambarkan bahwa ketika upaya para pemimpin menghadapi keterbatasan, harapan kepada para santri tetap menjadi bagian penting dalam menjaga negeri.
“Ketika ikhtiar kami para umara mungkin tidak cukup untuk mengetuk pintu-pintu kekuasaan di sana. Ketika sebagian dari kami mungkin terlelap karena lelah dengan ikhtiar dunia yang tak berujung. Maka cahaya negeri ini dititipkan, diperjuangkan kepada para santri yang selalu terjaga dengan zikir, salawat, dan doa-doa terbaiknya,” katanya.
Bupati turut menyampaikan rasa syukur atas hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kehadiran direktorat tersebut menjadi wujud perhatian negara terhadap pesantren.
Ajak Santri Rawat Tradisi
Upacara yang diawali dengan hujan itu ditutup dengan doa bersama. Afni mengajak seluruh peserta mendoakan para ulama, santri, serta pahlawan yang telah gugur demi menjaga keutuhan bangsa.

Ia juga berpesan agar para santri terus berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi landasan pendidikan pesantren.
“Teruslah menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri untuk negeri. Jadilah santri yang menguatkan negeri Indonesia kita,” ujarnya.
Hujan yang membasahi Lapangan Tugu Siak menjadi latar peringatan HSN 2026 yang sarat pesan kebangsaan. Melalui amanat tersebut, Afni menegaskan harapan agar santri terus menjaga nilai keagamaan, memperkuat persaudaraan, dan mengambil bagian dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan. (adv)
