Bupati Afni Tegaskan Santri Siak Multitalenta, Ponpes Jabal Nur Kandis Raih Juara Umum HSN 2026
Bupati Siak Afni Zulkifli menutup Hari Santri Nasional 2026 dan menyerahkan penghargaan lomba. Ponpes Jabal Nur Kandis keluar sebagai juara umum.

RINGKASAN BERITA:
- Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan pesantren mampu melahirkan santri berprestasi di bidang agama, kreativitas, dan olahraga.
- Pondok Pesantren Jabal Nur Kandis meraih juara umum Hari Santri Nasional Kabupaten Siak 2026.
- Delapan cabang lomba menjadi ajang bagi santri untuk mengembangkan bakat, memperkuat kekompakan, dan menjalin silaturahmi.
RIAUCERDAS, SIAK – Pondok pesantren dinilai memiliki peran semakin luas dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di berbagai bidang.
Pesan tersebut ditegaskan Bupati Siak Afni Zulkifli saat menutup rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) Kabupaten Siak 2026, Sabtu (24/10/2026).
Penutupan berlangsung di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, sekaligus ditandai dengan penyerahan piala kepada para pemenang berbagai perlombaan.
Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi bagi santri yang telah menunjukkan kemampuan dan prestasi selama rangkaian peringatan HSN.
Afni menilai perkembangan pesantren saat ini memperlihatkan bahwa pendidikan di lingkungan pondok tidak terbatas pada pembelajaran keagamaan.
Para santri juga memiliki kesempatan mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan di berbagai bidang kehidupan.
“Luar biasa. Jangan sepelekan pondok pesantren. Sekarang pesantren itu multitalenta. Tidak hanya mendidik untuk akhirat, tapi juga untuk dunia, penuh dengan kreasi dan inovasi,” terangnya.
Dalam rangkaian penghargaan tersebut, Pondok Pesantren Jabal Nur Kandis berhasil meraih predikat juara umum Hari Santri Nasional Kabupaten Siak 2026.
Selain piala juara umum, penghargaan diberikan kepada peserta yang meraih Juara I, II, III, Harapan I, dan Harapan II pada delapan cabang perlombaan.
Cabang tersebut meliputi Cerdas Cermat, Hadroh, Lalaran, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Bola Voli, Tenis Meja, dan Sepak Takraw.
Beragam perlombaan itu memperlihatkan ruang pengembangan kemampuan santri, mulai dari penguasaan ilmu, keterampilan berbahasa, seni Islami, hingga olahraga.
Menurut Afni, prestasi yang diraih para peserta menjadi salah satu bukti bahwa santri memiliki potensi untuk berkembang dan berkompetisi di luar bidang akademik keagamaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah mengikuti kegiatan HSN tahun ini. Baginya, nilai terpenting dari perlombaan bukan semata-mata piala yang dibawa pulang, melainkan proses belajar, kerja keras, inovasi, dan kebersamaan yang terbentuk selama kegiatan.
“Bagi yang menang, Ibu ucapkan tahniah. Mungkin hadiahnya tidak seberapa, tetapi prestasi, inovasi dan kekompakan kalian sebagai santri itu nilainya jauh lebih besar,” terang dia.
Afni Ingin Peringatan Hari Santri Terus Berkembang
Afni berharap peringatan Hari Santri di Kabupaten Siak dapat terus diselenggarakan dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para santri dari berbagai pesantren untuk bersilaturahmi sekaligus menunjukkan bakat masing-masing.
“Saya rasa ini adalah perayaan Hari Santri perdana yang digelar meriah di Siak. InsyaAllah Hari Santri ini akan kita baguskan lagi setiap tahun. Tidak perlu bermewah-mewah, yang penting kompak semuanya,” ujarnya.
Suasana penutupan berlangsung hangat ketika Afni berinteraksi langsung dengan ribuan santri yang hadir.
Ia mengajak mereka menyampaikan semangat untuk kembali mengikuti peringatan Hari Santri pada tahun mendatang.
“Kira-kira tahun depan kita gelar lagi atau tidak? Masih semangat? Tahun depan kita ketemu lagi?” serunya.

Pertanyaan tersebut disambut sorak semangat para santri. Antusiasme itu menunjukkan harapan agar kegiatan serupa dapat kembali digelar sebagai ruang pertemuan, pengembangan bakat, dan penguatan kebersamaan antarpesantren.
Penyerahan piala sekaligus mengakhiri rangkaian HSN 2026 di Kabupaten Siak. Sebelumnya, ribuan santri mengikuti upacara peringatan, Kirab Santri, serta berbagai perlombaan dan pertandingan.Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para santri tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh ruang untuk memperluas pergaulan dan mengembangkan potensi diri.
Menutup sambutannya, Afni mengingatkan para santri agar terus bersemangat menuntut ilmu serta menjaga nilai-nilai yang dipelajari selama berada di pesantren.
Ia berharap ilmu tersebut menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan daerah pada masa mendatang.
“Ingat, di dalam ibadah kalian, sambil sekolah kalian ini semuanya adalah fisabilillah. Kalian adalah orang-orang penuntut ilmu,” tandasnya. (adv)
