UIR dan UNRIDA Teken MoU, Perkuat Mutu Pendidikan dan Kerja Sama Tridarma
UNRIDA menjadikan UIR sebagai rujukan dalam pengembangan kurikulum dan sistem penjaminan mutu. Dalam pertemuan tersebut, UIR mengungkap telah memiliki 62 standar pengembangan pada 2026 untuk mendukung pencapaian visi universitas tahun 2041.

RINGKASAN BERITA:
- UIR dan UNRIDA menandatangani MoU kerja sama Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- UNRIDA mempelajari sistem penjaminan mutu UIR, termasuk pengembangan kurikulum dan penerapan siklus PPEPP untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
- UIR memiliki 62 standar pengembangan pada 2026 sebagai bagian dari penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) untuk mencapai visi universitas tahun 2041.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Universitas Riau Indonesia (UNRIDA) menjadikan Universitas Islam Riau (UIR) sebagai salah satu rujukan dalam pengembangan sistem penjaminan mutu, kurikulum, dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua perguruan tinggi.
Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU dilakukan Rektor UIR Dr. Admiral, S.H., M.H., bersama Rektor UNRIDA Prof. Dr. Indrayani, S.E., M.M., Ph.D., disaksikan jajaran pejabat struktural kedua universitas.
Rektor UNRIDA Indrayani mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk mempelajari berbagai langkah yang telah dilakukan UIR dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan kurikulum serta penerapan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) dalam sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.
“Kita mengetahui bahwa UIR merupakan salah satu perguruan tinggi terdepan di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau yang menaungi 88 Perguruan Tinggi Swasta. Hal tersebut terlihat dari capaian akreditasi UIR maupun banyaknya Program Studi yang telah meraih predikat UNGGUL”, kata Prof Indrayani
Dia menjelaskan, UNRIDA saat ini memiliki akreditasi Baik Sekali dan berada di Kabupaten Indragiri Hulu serta Kabupaten Siak.
Melalui kerja sama tersebut, UNRIDA berharap dapat memperoleh pengalaman dan referensi dalam memperkuat tata kelola serta sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Sementara, Rektor UIR Admiral menyambut baik kerja sama yang dibangun dengan UNRIDA. Menurutnya, pencapaian akreditasi Unggul yang diraih UIR merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur perguruan tinggi.
Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu institusi tidak dapat dilepaskan dari kontribusi sumber daya manusia dan dukungan yayasan.
“Selain kerja keras sumber daya manusia, dukungan yayasan juga menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan UIR dalam mencapai akreditasi Unggul. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas dan pengembangan universitas”, kata Dr. Admiral.
Admiral menjelaskan, upaya memperoleh akreditasi Unggul membutuhkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Karena itu, penguatan tata kelola dan penjaminan mutu menjadi bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua universitas juga membahas penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIR Dr. Ir. H. Asrol, M.Ec., menjelaskan bahwa SPMI merupakan salah satu unsur utama yang menentukan keberlangsungan peningkatan mutu perguruan tinggi.
Menurutnya, sistem tersebut harus disusun dan dijalankan secara internal dengan mengacu pada visi dan misi institusi.
Pada 2026, UIR memiliki 62 standar pengembangan yang menjadi bagian dari upaya mencapai visi universitas pada 2041.
“Standar ini menjadi landasan SPMI yang turun dari visi misi perguruan tinggi. Selanjutnya dibentuk stuktur organisasi yang menjalankannya, kemudian tentukan indikator yang akan menjadi bahan dari renstra bagi seluruh unit dan program studi”, katanya.
Ia menjelaskan, penerapan standar mutu perlu didukung struktur organisasi dan indikator pencapaian yang jelas.Indikator tersebut selanjutnya menjadi acuan dalam penyusunan rencana strategis bagi unit kerja maupun program studi.
Melalui sistem tersebut, pelaksanaan penjaminan mutu diharapkan dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
Selain membahas penjaminan mutu, kerja sama UIR dan UNRIDA juga diarahkan pada penguatan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Ruang lingkupnya meliputi pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kedua perguruan tinggi untuk saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan institusi, peningkatan kualitas akademik, dan pengembangan kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. (*)
