Kampar Luncurkan Job Fair Online dan Pelatihan Vokasi
Pemkab Kampar meluncurkan aplikasi Job Fair Online, membuka Pelatihan Vokasi Batch 6, dan menggandeng Polri melalui program peduli pengangguran untuk memperluas akses kerja.

RINGKASAN BERITA:
- Pemkab Kampar meluncurkan aplikasi Job Fair Online untuk memudahkan pencari kerja mengakses informasi lowongan.
- Pelatihan Vokasi Batch 6 digelar untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja.
- Pemkab Kampar bersama Polri memperkuat sinergi penanganan pengangguran serta menyerahkan santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan.
RIAUCERDAS, KAMPAR – Pemerintah Kabupaten Kampar menggabungkan penguatan keterampilan tenaga kerja, digitalisasi informasi lowongan, dan kolaborasi lintas lembaga dalam upaya memperluas kesempatan kerja.
Langkah tersebut ditandai dengan pembukaan Pelatihan Vokasi Batch 6, peluncuran Aplikasi Job Fair Online, penandatanganan kerja sama Program Polisi Peduli Pengangguran, serta penyerahan klaim Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., MT., secara resmi membuka rangkaian kegiatan tersebut di Balai Bupati Kampar, Senin (2/11/2026).
Acara itu turut dihadiri Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., unsur Forkopimda, dan para peserta pelatihan vokasi.
Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar mengatakan keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup dilihat dari perkembangan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan, meningkatkan keterampilan, membangun kemandirian, dan mencapai kesejahteraan juga menjadi bagian penting dari pembangunan.
Ia menyebut Pelatihan Vokasi Batch 6 sebagai salah satu upaya menyiapkan tenaga kerja dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pelatihan vokasi, menurutnya, harus menjadi sarana untuk membekali masyarakat dengan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan oleh pasar kerja.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, memperdalam keterampilan, serta membangun kepercayaan diri,” tuturnya.
Bupati menegaskan, pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan peserta yang memiliki keterampilan, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Selain peningkatan kompetensi, Pemkab Kampar juga memperkenalkan Aplikasi Job Fair Online sebagai sarana digital untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi lowongan pekerjaan secara cepat dan terpercaya.
Ahmad Yuzar menjelaskan, informasi peluang kerja yang tersedia belum selalu dapat menjangkau seluruh pencari kerja. Di sisi lain, perusahaan membutuhkan calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kualifikasi yang ditetapkan.
“Melalui aplikasi bursa kerja online ini, kita berharap dapat mempertemukan para pencari kerja dengan dunia usaha secara lebih efektif. Dengan demikian, akses terhadap informasi lowongan pekerjaan semakin terbuka dan pelayanan ketenagakerjaan di Kabupaten Kampar semakin optimal,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman atau MoU Program Polisi Peduli Pengangguran. Atas nama pemerintah daerah, Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Polri untuk membangun kerja sama dalam menghadapi persoalan pengangguran.
Ia berharap program tersebut memperluas peran kepolisian dalam kehidupan masyarakat, termasuk melalui kepedulian sosial dan dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan, selain tugas menjaga keamanan serta ketertiban.
Pada kesempatan yang sama, klaim santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan diserahkan kepada keluarga penerima manfaat.
Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa perlindungan jaminan sosial bagi pekerja dan keluarganya perlu mendapat perhatian bersama, seiring dengan upaya memperluas kesempatan kerja.
“Kepada keluarga penerima santunan, kami menyampaikan simpati dan berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat serta membantu memenuhi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.
Ia turut mengajak pemberi kerja, pelaku usaha, dan pihak terkait untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan agar pekerja memperoleh perlindungan yang layak.
Melalui empat agenda tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap upaya penanganan pengangguran dapat berjalan melalui peningkatan keterampilan, kemudahan akses informasi lowongan, kerja sama dengan Polri, serta penguatan perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya.
Langkah ini diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja dan mendorong kemandirian masyarakat Kampar. (*)
