Anggaran Terbatas, TP PKK Sungai Mandau Tetap Hadirkan Program untuk Warga

TP PKK Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, tetap menjalankan berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan keluarga meski menghadapi keterbatasan anggaran. Program dijalankan melalui gotong royong, iuran anggota serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sebanyak 20 anak yatim mendapat bantuan tas dan perlengkapan sekolah melalui program Pokja II TP PKK Kecamatan Sungai Mandau. (Sumber: siakkab.go.id)

RINGKASAN BERITA:

  • 20 anak yatim mendapat bantuan tas dan perlengkapan sekolah melalui program Pokja II.
  • Setiap Pokja TP PKK Sungai Mandau memiliki inovasi, mulai dari pendidikan, kesehatan, pencegahan stunting hingga pelayanan administrasi anak.
  • Keterbatasan anggaran diatasi dengan gotong royong dan kolaborasi agar program tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

RIAUCERDAS, SIAK – Keterbatasan anggaran tidak menghentikan Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, untuk menjalankan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Di bawah koordinasi Ketua TP PKK Sungai Mandau, Fitria Ningsih, para kader mengembangkan sejumlah inovasi di bidang pendidikan, kesehatan, sosial hingga pemberdayaan keluarga. Program tersebut dijalankan dengan mengandalkan gotong royong, iuran anggota serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Salah satu program yang mendapat perhatian yakni kepedulian terhadap pendidikan melalui Pokja II. Sebanyak 20 anak yatim mendapatkan bantuan berupa tas dan perlengkapan alat tulis.

Bantuan tersebut dihimpun melalui kerja sama dengan perusahaan serta iuran para anggota PKK.

Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah, mengapresiasi langkah tersebut. Apresiasi itu disampaikannya saat menyerahkan bantuan dalam rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) TP PKK Kecamatan, Kelurahan dan Kampung di Sungai Mandau, Kamis (20/8/2026).

“Meski jumlahnya sedikit, mari kita tunjukkan bahwa PKK hadir dan berbuat untuk masyarakat,” kata Siti, Jum’at (21/8/2026).

Menurut Siti, kegiatan PKK tidak harus selalu diawali dengan program berskala besar. Kepedulian yang dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dinilai dapat memberikan manfaat nyata.

Setiap Pokja Punya Program Unggulan

Inovasi TP PKK Sungai Mandau tidak hanya bergerak di bidang pendidikan. Masing-masing kelompok kerja (Pokja) memiliki program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Pokja I menjalankan PKK Gemar Berinfaq, sedangkan Pokja II mengembangkan GAPENDIK (Gerakan PKK Peduli Pendidikan).

Sementara itu, Pokja III memiliki Gemayur Cetting (Gerakan Makan Sayur Cegah Stunting) dan Gendang Berlian (Gerakan Berbagi Pakaian).

Adapun Pokja IV menjalankan sejumlah program, yakni Bersamat Aksi (Bersalin Selamat, Aktepun Siap), Gemalor (Gerakan Makan Telur) serta AJAK (Antar Jemput KIA) untuk membantu anak-anak memperoleh Kartu Identitas Anak.

Fitria mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan berbagai program tersebut. Namun, kondisi itu tidak membuat kader berhenti bergerak.

Para kader memilih mencari solusi melalui kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami sadar, kerja PKK bukan sekadar tentang program dan kegiatan. Ada kepedulian, ada pengorbanan, dan ada harapan agar masyarakat Sungai Mandau mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Siti Sarifah kemudian meminta para kader terus mengembangkan inovasi dan memperkuat kolaborasi antar-Pokja.

Menurutnya, keberhasilan program PKK tidak semata-mata ditentukan oleh besar kecilnya kegiatan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Teruslah berinovasi. Jangan takut memulai dari hal kecil, karena dari gerakan kecil yang dilakukan bersama-sama, manfaat besar untuk masyarakat bisa tumbuh,” ujarnya.

Bagi Siti, berbagai program tersebut menjadi bukti bahwa PKK dapat hadir melalui langkah-langkah sederhana. Dengan bergerak bersama, keterbatasan anggaran tidak harus menjadi penghalang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. (adv)

Share to: