Kebun Raya Universitas Pahlawan Kampar Seluas 30 Hektar Resmi Dibuka

Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai di Bangkinang resmi dibuka pada Jumat (9/10/2026). Dengan luas sekitar 30 hektare, kawasan ini dikembangkan untuk konservasi, penelitian, edukasi, dan wisata lingkungan. Peresmian mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar berjalan beriringan dengan Rektor Universitas Pahlawan, Prof Dr Amir Luthfi saat pembukaan Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai di Bangkinang pada Jumat (9/10/2026).(Sumber: Media Center Kampar)

RINGKASAN BERITA:

  • Kebun raya memiliki luas sekitar 30 hektare, dengan zona terbangun 15 hektare.
  • Koleksinya mencakup tanaman obat, meranti, kantong semar, rotan, kebun buah langka, dan taman tematik.
  • Sekitar 70 orang dari enam negara serta tamu domestik berkunjung untuk melihat langsung kawasan tersebut.

RIAUCERDAS, KAMPAR – Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai di Bangkinang mulai diarahkan menjadi pusat konservasi sekaligus destinasi edukasi dan wisata lingkungan.

Kawasan seluas sekitar 30 hektare itu resmi dibuka melalui acara grand opening pada Jumat (9/10/2026), dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Rangkaian peresmian diawali dengan peninjauan dan penjelajahan areal kebun raya sebelum pembukaan resmi dilakukan.

Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Prof. dr. Amir Luthfi, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, terutama Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., dalam mewujudkan kawasan tersebut.

“Kami atas nama seluruh Civitas UP Tuanku Tambusai mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Bapak Bupati Ahmad Yuzar, yang selalu memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian alam.Alhamdulillah, berkat kerja sama dan sinergi yang telah terjalin selama ini, Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dapat kita resmikan,” terangnya.

Kebun raya ini memiliki zona terbangun seluas 15 hektare.

Sejumlah koleksi tanaman dan fasilitas tersedia di dalamnya, antara lain tanaman obat, tumbuhan meranti, kantong semar, rotan, kebun buah langka, serta berbagai taman tematik yang mendukung fungsi konservasi.

Prof Amir menjelaskan, kawasan tersebut dirancang bukan hanya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menunjang penelitian, pembelajaran, wisata, dan jasa lingkungan.

Mahasiswa, pelajar, peneliti, serta masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mengenal keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem secara langsung.

“Harapan kami, Kebun Raya Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas. Kami ingin kawasan ini menjadi tempat konservasi yang produktif, pusat edukasi lingkungan, serta destinasi wisata yang memberikan nilai tambah bagi Kabupaten Kampar,” kata dia.

Potensi kawasan itu juga terlihat dari kunjungan sekitar 70 orang dari enam negara, termasuk Australia, Malaysia, dan Tiongkok, bersama tamu domestik pada hari peresmian.

Kunjungan tersebut menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan kebun raya sebagai tujuan wisata berbasis lingkungan bagi pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyatakan kebanggaannya atas keberadaan kebun raya yang dikelola perguruan tinggi tersebut.

Menurutnya, mempertahankan kawasan hutan sekaligus mengembangkannya untuk kepentingan konservasi, pendidikan, penelitian, dan wisata merupakan langkah penting dalam menjaga lingkungan.

“Ini sungguh luar biasa dan membanggakan. Sebuah universitas mampu mempertahankan kawasan hutan sekaligus mengembangkannya menjadi kebun raya yang memiliki nilai konservasi, pendidikan, penelitian, dan wisata. Ini bukan hanya kebanggaan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Kampar,” terang Ahmad Yuzar.

Bupati menegaskan, pelestarian alam membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, terutama di tengah tantangan kerusakan serta degradasi lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Kampar, kata dia, mendukung upaya yang memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

“Alam yang kita jaga dan rawat akan memberikan manfaat kembali kepada kita. Karena itu, upaya pelestarian lingkungan harus terus kita dukung, terang bupati.

Di tengah degradasi alam yang semakin memprihatinkan, bupati menilai kehadiran perguruan tinggi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan patut diapresiasi dan dijadikan contoh.

Ahmad Yuzar berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan universitas terus diperkuat agar pengelolaan kebun raya semakin optimal.

Kawasan itu diharapkan berkembang sebagai aset Kabupaten Kampar dalam bidang lingkungan hidup, pendidikan, penelitian, dan ekowisata. (*]

Share to: