Polbeng Raih Hibah Penguatan Ekosistem Riset 2026

Dana tersebut akan digunakan untuk pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kemampuan penelitian dosen agar riset kampus semakin kompetitif serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kampus Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) yang baru saja menerima Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset 2026 dari Kemendiktisaintek. (Sumber: Polbeng)

RINGKASAN BERITA:

  • Polbeng lolos seleksi administrasi dan substansi setelah mendaftar melalui Platform Talenta pada Juli 2026.
  • Program mencakup tiga workshop terintegrasi dengan target minimal 20 dosen tetap pada setiap workshop.
  • Riset diarahkan untuk mendukung potensi Bengkalis, termasuk sektor pesisir, perikanan, UMKM, energi terbarukan, transportasi, dan lingkungan.

RIAUCERDAS, BENGKALIS – Penguatan kemampuan dosen dalam menghasilkan penelitian berkualitas menjadi fokus Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) setelah ditetapkan sebagai salah satu dari 48 perguruan tinggi penerima Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset di Perguruan Tinggi Tahun 2026 dari Kemendiktisaintek.

Penetapan tersebut tercantum dalam surat tertanggal 7 Oktober 2026 dengan nomor 950/DST/C2/DT.05.00/2026. Hibah ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi peneliti sekaligus membangun lingkungan riset yang produktif dan berkelanjutan di Polbeng.

Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polbeng, Labriel Hadi, mengatakan program tersebut tidak sekadar mengejar peningkatan jumlah penelitian dan publikasi ilmiah.

Lebih dari itu, perguruan tinggi diharapkan mampu membangun budaya riset dan memperluas kolaborasi.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah penelitian atau publikasi, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu membangun budaya riset, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Keberhasilan Polbeng memperoleh hibah ini melalui proses seleksi yang berlangsung dalam dua tahap, yakni administrasi dan substansi. Pendaftaran dilakukan pada 2–13 Juli 2026 melalui Platform Talenta.

Tim pengusul terdiri atas Kepala P3M Syaiful Amri, Labriel Hadi, serta dosen M. Alimul Hafiz, M. Afridon, dan Abdul Gafur. Menurut Labriel, usulan Polbeng memiliki kekuatan pada pemetaan kondisi ekosistem riset secara objektif serta penyusunan program pembinaan yang terukur dan realistis.

Capaian publikasi menjadi salah satu gambaran aktivitas penelitian di kampus tersebut. Dalam periode 2016–2025, dosen Polbeng menghasilkan 174 artikel terindeks Scopus dengan total 605 sitasi.

Sementara pada 2023–2025, tercatat 13 artikel pada jurnal SINTA 1 dan 2 serta 261 artikel pada jurnal SINTA 3 hingga 5.

Rancang Tiga Workshop

Berbeda dari hibah yang berfokus pada pendanaan satu topik penelitian, program penguatan ekosistem talenta riset diarahkan untuk meningkatkan kapasitas peneliti dari berbagai bidang.

Di Polbeng, cakupannya meliputi teknologi informasi, energi, kemaritiman, pangan, material maju, transportasi, sosial humaniora, dan digitalisasi.

Sebagai perguruan tinggi vokasi yang berada di wilayah kepulauan dan perbatasan, Polbeng juga menaruh perhatian pada penelitian yang bertumpu pada potensi dan kebutuhan daerah.

Karena itu, dana hibah akan digunakan untuk pelatihan, pembimbingan, serta pendampingan dalam penyusunan proposal penelitian dan artikel ilmiah.

P3M merancang tiga workshop terintegrasi dengan sasaran minimal 20 dosen tetap pada setiap kegiatan.

Melalui rangkaian pembinaan tersebut, kampus ingin membentuk kelompok peneliti yang memiliki kemampuan untuk berkompetisi dalam memperoleh pendanaan riset, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Target utama kami bukan hanya menghasilkan 20 dokumen, tetapi membentuk kelompok dosen yang mampu bersaing dalam memperoleh hibah nasional maupun internasional,” ungkap Labriel.

Program ini diharapkan memberikan dampak terhadap pengembangan dosen, pembelajaran mahasiswa, serta penyelesaian persoalan di masyarakat. Bagi dosen, pembinaan menjadi kesempatan untuk meningkatkan keterampilan menyusun proposal dan produktivitas publikasi.

Mahasiswa juga berpeluang memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih kaya melalui keterlibatan langsung dalam proyek penelitian dosen.

Di tingkat daerah, hasil riset diharapkan dapat diarahkan pada kebutuhan masyarakat Bengkalis. Bidang yang menjadi perhatian antara lain teknologi tepat guna untuk masyarakat pesisir, pengolahan hasil perikanan, penguatan UMKM, digitalisasi usaha, energi terbarukan, serta solusi bagi persoalan transportasi dan lingkungan di kawasan kepulauan.

“Kami ingin riset dosen dan mahasiswa Polbeng tidak hanya berhenti sebagai laporan atau artikel ilmiah, tetapi pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan teknologi bagi masyarakat Bengkalis,” paparnya dilansir dari laman Polbeng.

Melalui hibah tersebut, Polbeng menargetkan penguatan budaya penelitian yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik.

Pengembangan kapasitas dosen dan kolaborasi riset diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang relevan bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Bengkalis. (*)

Share to: