SF Hariyanto Tinjau Pasar Murah di Pekanbaru, Pemprov Riau Jaga Harga dan Pasokan Pangan
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto meninjau operasi pasar murah di Kelurahan Melebung, Pekanbaru, pada Kamis (15/10/2026). Program yang telah memasuki pelaksanaan ke-205 sepanjang 2026 ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan pokok, menekan tekanan harga, dan membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau.

RINGKASAN BERITA:
- Pemprov Riau berkomitmen menggelar kegiatan secara merata hingga ke pelosok untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga pangan.
- Komoditas yang tersedia antara lain beras, gula, minyak goreng, telur, cabai, bawang, dan garam.
- Direktur BUMD Pangan PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menyebut operasi pasar murah tersebut merupakan kegiatan ke-205 yang dilaksanakan pihaknya tahun ini.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok terus dilakukan Pemerintah Provinsi Riau melalui operasi pasar murah. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, meninjau langsung kegiatan yang berlangsung di Halaman Masjid Paripurna Al-Hasanah, Kelurahan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Kamis (15/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat sekaligus mendukung pengendalian harga di tengah fluktuasi kebutuhan pokok.
“Hari ini kita meninjau operasi pasar murah di Kelurahan Melebung. Kegiatan ini harus terus ditingkatkan, dengan kondisi saat ini, Pemerintah memastikan bahwa kebutuhan pangan di tengah masyarakat tetap terpenuhi dan diperoleh dengan harga murah,” terang SF Hariyanto.
Ia menegaskan, operasi pasar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah, terutama terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui program ini, warga dapat membeli berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasaran.
“Melalui operasi pasar murah, masyarakat dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan bahan pangan lainnya dengan harga di bawah harga pasar,” ujar Plt Gubri.
Selain membantu menjaga daya beli masyarakat, program tersebut juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.
SF Hariyanto menyatakan, pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kita ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Jangan sampai ada kelangkaan. Pemerintah Provinsi Riau akan terus menggelar operasi pasar murah secara merata hingga ke pelosok,” ucapnya.
Saat meninjau kegiatan, SF Hariyanto juga berdialog dengan masyarakat dan membagikan bahan pokok secara gratis. Bantuan yang diberikan berupa beras seberat 5 kilogram dan minyak goreng kemasan MinyaKita.
Sementara, Direktur BUMD Pangan PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menyampaikan bahwa operasi pasar murah di Melebung merupakan pelaksanaan ke-205 yang digelar pihaknya sepanjang 2026.
“Sesuai dengan Bapak Plt Gubernur Riau, bahwa kita ingin memastikan dan menjaga ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Dan operasi pasar murah ini merupakan kegiatan ke-205 selama 2026,” kata Ade.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas dengan harga yang telah ditetapkan.
Beras SPHP dijual Rp60.000 per 5 kilogram, sedangkan beras Anak Daro dan Sokan dibanderol Rp169.000 per 10 kilogram.
Untuk kemasan 5 kilogram, beras Sokan dan Anak Daro masing-masing dijual Rp84.500.
Komoditas lainnya meliputi gula pasir seharga Rp18.000 per kilogram dan minyak goreng MinyaKita Rp15.500 per bungkus. Garam Krista dijual Rp2.000 per 200 gram, sementara garam Nusantara seharga Rp2.000 per 250 gram.
Telur tersedia dengan harga Rp48.000 per papan.Adapun cabai merah dijual Rp65.000 per kilogram.
Sementara itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing dibanderol Rp30.000 per kilogram.
Melalui operasi pasar murah, Pemprov Riau berupaya menjaga pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan sekaligus memberikan akses bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. (*)
