Bupati Siak Afni Dorong Julang Budaya Digelar di Seluruh Kecamatan, UMKM Ikut Diberdayakan
Saat membuka Julang Budaya Kecamatan Kandis, Sabtu (17/10/2026), Bupati Afni menekankan pentingnya menjaga keberagaman, memperkuat persatuan, serta melibatkan generasi muda. Kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan kuliner dan produk kerajinan lokal.

RINGKASAN BERITA:
- Pemkab Siak merencanakan kegiatan serupa Julang Budaya di seluruh kecamatan agar setiap wilayah memiliki ruang untuk menampilkan identitas budayanya.
- Peserta berprestasi di tingkat kecamatan berpeluang menjadi duta untuk tampil dalam Festival Siak Bermadah tingkat kabupaten pada Desember mendatang.
- Pawai budaya, pertunjukan seni, dan sajian kuliner turut membuka kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produk serta menggerakkan ekonomi masyarakat.
RIAUCERDAS, SIAK – Kekayaan budaya yang tumbuh di kampung-kampung menjadi potensi penting bagi Kabupaten Siak untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
Untuk memberi ruang bagi keberagaman tersebut, Bupati Siak Afni Z mendorong agar kegiatan Julang Budaya diselenggarakan di seluruh kecamatan.
Dorongan itu disampaikan Afni saat membuka Julang Budaya Kecamatan Kandis di halaman Kantor UPTD Dukcapil Kecamatan Kandis, Sabtu (17/10/2026).
Mengusung tema “Merajut Pesona Keberagaman dalam Bingkai Kandis Harmoni Melayu Lestari”, kegiatan ini menampilkan beragam kesenian dan tradisi masyarakat setempat.
“Julang Budaya ini rencananya akan kita gelar di seluruh kecamatan. Inilah mutiara-mutiara kebudayaan yang ingin kita tunjukkan kepada Indonesia, betapa kayanya Siak,” ujar Afni.
Menurut Afni, warisan budaya Siak tidak hanya berkembang di pusat kabupaten, tetapi juga tersebar di berbagai kampung. Karena itu, setiap kecamatan perlu memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan ciri khasnya sekaligus menjaga agar tradisi leluhur tetap dikenal oleh generasi muda.
Ia menegaskan bahwa perbedaan adat istiadat, bahasa, dan kebiasaan masyarakat bukanlah penghalang untuk membangun persatuan.
Keberagaman justru menjadi kekuatan yang perlu dirawat dengan menjunjung nilai-nilai Melayu, seperti kesantunan, keramahan, musyawarah, serta penghormatan kepada pemangku adat.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Apa pun budaya nenek moyangnya, ketika sudah sampai di negeri Siak, semuanya menjadi anak-anak Siak,” kata dia.
Selain menjadi ruang pelestarian tradisi, Julang Budaya juga diproyeksikan sebagai ajang untuk mengembangkan potensi seni di setiap kecamatan.
Afni berharap peserta yang meraih prestasi terbaik dapat menjadi duta daerahnya dan mewakili kecamatan masing-masing dalam Festival Siak Bermadah tingkat kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Ia menilai upaya menjaga budaya membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, pelaku seni, pemerintah setempat, hingga generasi muda.
Dengan keterlibatan bersama, tradisi tidak hanya tersimpan dalam cerita masa lalu, tetapi dapat terus dipelajari dan dipraktikkan di tengah perubahan zaman.
Afni juga menyoroti manfaat kegiatan budaya bagi perekonomian masyarakat.
Menurutnya, festival dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk lokal, mulai dari makanan khas hingga kerajinan tangan.
“Event budaya seperti ini, selain menjaga identitas daerah, juga memiliki dampak bagi pelaku UMKM kita. Mereka bisa menjajalkan kuliner, produk kerajinan tangan dan jajanan khas lokal lainnya. Sehingga ada perputaran uang di sini,” tutur Afni.
Dalam kesempatan tersebut, Afni menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Siak, pemerintah kecamatan, tokoh adat, tokoh agama, pelaku seni, serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan Julang Budaya Kandis.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Penguatan karakter, persaudaraan, dan keharmonisan sosial juga perlu menjadi perhatian agar kemajuan daerah berjalan seiring dengan terjaganya kehidupan masyarakat yang rukun.
“Insyaallah, saya bersama Wakil Bupati Siak akan tetap setia bersama rakyat, dalam susah maupun senangnya rakyat. Kita akan membangun Kabupaten Siak bersama,” tutur Afni.
Rangkaian kegiatan Julang Budaya Kandis diisi dengan pawai budaya, penampilan pakaian adat, pertunjukan seni, serta sajian kuliner khas dari berbagai kelompok masyarakat.
Beragam penampilan tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat dengan latar belakang suku dan tradisi yang berbeda, tetapi hidup berdampingan di Kabupaten Siak.
Melalui rencana perluasan Julang Budaya ke seluruh kecamatan, Pemerintah Kabupaten Siak berharap pelestarian warisan leluhur dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas seni, penguatan persatuan, dan peningkatan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. (adv)
