BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Riau
Meski tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem, kondisi udara masih berpotensi kabur akibat asap. Pemantauan satelit mencatat satu titik panas di Indragiri Hilir, sementara masyarakat diimbau menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan jika asap semakin pekat.

RINGKASAN BERITA:
- Wilayah yang berpeluang mengalami hujan meliputi Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Siak, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Kepulauan Meranti.
- Satu titik panas terdeteksi di Riau. Hotspot ditemukan di Kabupaten Indragiri Hilir, sedangkan jumlah titik panas di Sumatera mencapai 1.381 titik.
- Masyarakat diimbau memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika asap semakin pekat untuk menekan risiko gangguan pernapasan.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Hujan ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Selasa (20/10/2026), mulai pagi hingga dini hari. Namun, masyarakat tetap diminta mewaspadai kondisi udara yang berpotensi kabur akibat asap di sejumlah daerah.
Forecaster on Duty BMKG, Ranti Kurniati, mengatakan pantauan citra radar cuaca pada pagi hari menunjukkan hujan ringan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Bengkalis.
Potensi hujan diperkirakan berlanjut pada siang hingga sore hari, terutama di Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kepulauan Meranti.
Pada malam hari, hujan ringan berpeluang turun di Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kampar. Adapun menjelang dini hari, potensi hujan diprakirakan terjadi di Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu.
Meski hujan berpeluang terjadi di sejumlah daerah, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau pada hari tersebut.
“BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau pada Selasa ini. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memantau perkembangan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” tutur Ranti.
Dari sisi kondisi atmosfer, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan 55–100 persen.
Angin bertiup dari barat laut hingga selatan dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau diperkirakan berkisar 0,5–1,25 meter, yang termasuk kategori rendah.
Di tengah prakiraan hujan tersebut, pemantauan satelit hingga pukul 23.59 WIB mencatat satu titik panas di Provinsi Riau. Hotspot itu terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir.
Secara keseluruhan, jumlah titik panas di Pulau Sumatera mencapai 1.381 titik. Sumatera Selatan mencatat jumlah terbanyak dengan 753 titik, disusul Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 357 titik dan Lampung 183 titik.
Provinsi lainnya yang terpantau memiliki hotspot adalah Jambi dengan 82 titik, Bengkulu tiga titik, serta Sumatera Barat dua titik.
Walaupun jumlah titik panas di Riau relatif rendah dibandingkan beberapa provinsi lain di Sumatera, kondisi asap yang masih tebal di sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai.
Masyarakat diminta memperhatikan kualitas udara dan mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap.
“Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila asap semakin pekat guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan,” beber Ranti.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi asap setempat, terutama ketika hendak melakukan kegiatan di luar ruangan. (*)
