23 Lulusan UMRI Raih Predikat Cumlaude, Junaris Alfianto Jadi Wisudawan Terbaik dengan IPK 3,91
Sebanyak 419 mahasiswa UMRI diwisuda dalam sidang senat ke-XXIV. Sebanyak 23 lulusan meraih predikat cumlaude, dengan Junaris Alfianto sebagai pemuncak universitas.

RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 23 lulusan Universitas Muhammadiyah Riau meraih predikat cumlaude dari total 419 wisudawan.
- Junaris Alfianto dari Fakultas Komputer menjadi pemuncak universitas dengan IPK 3,91.
- Rektor UMRI Saidul Amin berpesan agar alumni menjadi pemecah masalah dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Junaris Alfianto dari Fakultas Komputer menempati posisi pemuncak universitas dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,91 dalam wisuda Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Prestasi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam sidang terbuka senat UMRI ke-XXIV yang melepas 419 lulusan dari berbagai bidang studi.
Prosesi wisuda berlangsung di SKA Co Ex Pekanbaru pada 17 Mei 2023. Dari seluruh peserta, sebanyak 23 lulusan berhasil memperoleh predikat cumlaude. Para wisudawan berasal dari tujuh fakultas yang menaungi 20 program studi.
Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Khudzaifah Dimyati, menilai UMRI menunjukkan perkembangan signifikan di bawah kepemimpinan Rektor Dr Saidul Amin, MA.
Ia menyoroti perubahan dalam pola komunikasi dan perluasan jaringan kerja sama yang dilakukan universitas.
“Ketika ada perubahan kepemimpinan, saya melihat terjadi beberapa perubahan. Termasuk perubahan jaringan atau komunikasi dengan instansi atau pihak lain,” ujarnya.
Dia melihat, UMRI telah menjalin kerjasama dengan Perlis, Malaysia dan hal tersebut dianggap Dimyati sangat bagus.
“Perkembangan UMRI menurut saya cukup signifikan, saya melihat UMRI kini menjadi bagian terpenting di Wilayah Sumatera dalam mengembangkan syiar kemuhammadiyahan,” tambahnya.
Ia juga menilai perkembangan tersebut memperkuat posisi UMRI dalam mendukung penyebaran nilai-nilai Muhammadiyah, khususnya di wilayah Sumatera.
Kerja sama dengan pihak di Perlis, Malaysia, menjadi salah satu perkembangan yang mendapat perhatiannya.
Sementara itu, Rektor UMRI mengingatkan para lulusan agar mampu menerapkan ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Ia berharap alumni tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.
“Alumni UMRI itu kan, merupakan miniatur atau duta Perserikatan Muhammadiyah di tengah masyarakat. Dimana, misi Perserikatan Muhammadiyah adalah menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar,” ujarnya.
Wisudawan didorong harus bisa menjadi problem solver bukan menjadi problem maker. Mereka juga harus bisa menjadi part of solution bukan menjadi part of problem.
Pesan tersebut menekankan pentingnya tanggung jawab sosial para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Alumni diharapkan dapat membawa manfaat melalui keahlian yang dimiliki sekaligus mencerminkan nilai-nilai persyarikatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Wisuda kali ini mengangkat tema “Sarjana Mencerdaskan Bangsa, Mencerahkan Semesta”.
Meski diselenggarakan secara sederhana, prosesi tersebut tetap menghadirkan nuansa Islami dan identitas kemuhammadiyahan.
Melalui pelepasan ratusan lulusan tersebut, UMRI berharap para sarjana dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah masing-masing.
Capaian akademik para wisudawan, termasuk 23 lulusan berpredikat cumlaude dan pemuncak universitas dengan IPK 3,91, menjadi bagian dari hasil pendidikan yang diharapkan berlanjut pada pengabdian nyata kepada masyarakat. (*)
