Wabup Syafaruddin Poti Dianugerahi Gelar Datuk Bijaksano Tuah Nogoi
Wakil Bupati Rokan Hulu Syafaruddin Poti menerima gelar Datuk Bijaksano Tuah Nogoi dalam prosesi penganugerahan gelar adat LKA Luhak Kepenuhan.

(Sumber: Diskominfo Rohul)
RINGKASAN BERITA:
- Syafaruddin Poti menerima gelar adat Datuk Bijaksano Tuah Nogoi bersama tiga tokoh lainnya.
- LKA Luhak Kepenuhan menegaskan penganugerahan sebagai upaya menjaga warisan tradisi dan mempererat kekerabatan.
- Para penerima gelar menyandang amanah untuk menjaga nilai adat serta memperkuat hubungan dengan masyarakat.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul), Syafaruddin Poti, mendapat penganugerahan gelar adat dari Balai Adat Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Luhak Kepenuhan, Sabtu (3/10/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus memberikan penghormatan kepada tokoh yang dinilai berkontribusi bagi daerah dan masyarakat.
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Balai Adat LKA Luhak Kepenuhan itu, Syafaruddin Poti dianugerahi gelar Datuk Bijaksano Tuah Nogoi.
Tiga tokoh lainnya juga menerima gelar kehormatan, yakni Kompol Khoirunnas dengan gelar Datuk Sutan Mudo Pekaso, AKP M. Khomaini sebagai Datuk Sutan Setio Amanah, dan AKP M. Rezky sebagai Datuk Sutan Payong Nogoi.
Ketua LKA Luhak Kepenuhan, Datuk Bonao Sakti Drs. H. Efendi R, mengatakan penganugerahan tersebut memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan warisan leluhur.
Selain menjadi bentuk penghormatan, gelar adat juga diharapkan memperkuat hubungan kekerabatan dan keterlibatan para penerima dalam kehidupan adat masyarakat.
“Gelar yang diberikan hari ini adalah bagian dari khazanah warisan adat yang harus terus kita jaga keberlangsungannya dari generasi ke generasi,” kata Datuk Bonao Sakti.
Gelar Adat Membawa Amanah
Mewakili para penerima gelar, Wakil Bupati Rohul, Syafaruddin Poti menyampaikan rasa hormat atas penganugerahan tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar adat bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan juga tanggung jawab untuk menjaga marwah adat dan menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Penganugerahan gelar adat ini bukan sekadar lambang kehormatan, melainkan amanah besar. Menjaga adat dan marwah gelar ini menuntut keteladanan, kebijaksanaan, serta kesetiaan pada nilai-nilai leluhur di tengah arus perubahan zaman,” terang pemangku gelar Datuk Bijaksano Tuah Nogoi tersebut.
Syafaruddin juga menyatakan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai adat dan memperkuat sinergi antara pemangku adat, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Rohul.
Prosesi penganugerahan berlangsung dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan pemangku adat dari berbagai kerajaan adat di Rohul.
Di antara yang hadir adalah Sekretaris Daerah Rokan Hulu sekaligus Ketua Umum MKA LAMR Rohul, Datuk Seri Drs. H. Yusmar, M.Si, yang menyandang gelar Sutan Sulembang Rokan; Ketua GOW Hj. Masni Taher; Ketua DWP Yurniziarti Yusmar, S.E.; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan H. Helfiskar, S.H., M.H., bergelar Datuk Paduko Lelo Tuah Alam.
Lalu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Suharman, S.Pi., M.M., bergelar Jasabung Barani.Hadir pula Camat Kepenuhan Hulu Juneidy, S.IP., M.Si.; Camat Kepenuhan Gustia; Camat Rambah Hilir Mahadi, S.E., M.M.; Camat Ujung Batu Sigit Pranjoro, S.STP.; dan Camat Kunto Darussalam Dedy Saputra, S.E., M.M.
Jajaran Forkopimcam dan para kepala desa juga turut mengikuti kegiatan tersebut.Dari kalangan pemangku adat, hadir Raja Luhak Kepenuhan Haji Tengku Indra Jaya, Raja Luhak Rokan XII Yang diPertuan Sakti Haji Tengku Endrizal, S.E., serta Raja Luhak Rambah XI Yang diPertuan Besar dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, M.M.
Kehadiran para pucuk suku, datuk adat, ninik mamak se-Kabupaten Rohul, dan masyarakat setempat menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Penganugerahan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga identitas budaya masyarakat. (adv)
