Pemkab Siak Salurkan PIP Aspirasi 2026 untuk 517 Siswa dari 15 Sekolah di Enam Kecamatan
Bupati Siak, Afni Z, menyerahkan secara simbolis bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 jalur aspirasi di Aula Kantor Camat Sungai Apit, Selasa (27/10/2026). Sebanyak 517 siswa SD, SMP, dan SMA dari 15 sekolah di enam kecamatan tercatat sebagai penerima.

RINGKASAN BERITA:
- Bupati Siak Afni Z menyerahkan secara simbolis bantuan PIP 2026 jalur aspirasi di Aula Kantor Camat Sungai Apit, Selasa (27/10/2026).
- Sebanyak 517 siswa SD, SMP, dan SMA dari 15 sekolah di enam kecamatan tercatat sebagai penerima.
- Bupati menekankan verifikasi data kesejahteraan kelompok desil 1 sampai 5 agar bantuan tepat sasaran.
RIAUCERDAS, SUNGAI APIT – Sebanyak 517 siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Siak tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 melalui jalur aspirasi. Penerima mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
Data tersebut meliputi 15 sekolah yang tersebar di enam kecamatan, yakni Sungai Apit, Sabak Auh, Siak, Bunga Raya, Tualang, dan Dayun.
Bupati Siak Afni Z menyampaikan komitmen Pemkab Siak mendorong akses pendidikan saat penyerahan simbolis bantuan PIP 2026 di Aula Kantor Camat Sungai Apit, Selasa (27/10/2026).
Afni menegaskan keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan anak berhenti sekolah.
“Jangan sampai anak kita nih tidak sekolah. Banyak cara, ada cara, ada solusi,” terang Bupati Afni. Menurutnya, pemerintah terus mengupayakan berbagai dukungan agar anak tetap bersekolah.
Selain PIP, bantuan seragam gratis dan pemenuhan kebutuhan sekolah menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga.
Afni juga menekankan pentingnya pembaruan dan verifikasi data kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok desil 1 sampai 5, agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan menjangkau yang benar-benar membutuhkan.
Sementara, Staf khusus Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Industri dan Perdagangan, OK Fachru Hidayat, menilai pendidikan berperan penting memutus rantai kemiskinan.
Ia menyebut kekayaan sumber daya alam Riau perlu diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Pendidikan menurutnya satu-satunya jalan untuk keluar dari jurang kemiskinan. Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dibentuk melalui keluarga dan lingkungan.
Karena itu, penanaman nilai kehidupan, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap lingkungan perlu ditumbuhkan sejak dini.(adv)
