29 ASN Rohul Ikuti Seleksi Pengisian Jabatan Kepala 8 OPD
Sebanyak 29 ASN Rohul mengikuti assessment melalui Manajemen Talenta untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama pada delapan OPD.

RINGKASAN BERITA :
- Sebanyak 29 ASN mengikuti assessment untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama.
- Seleksi tahap awal mencakup kebutuhan jabatan pada delapan OPD di lingkungan Pemkab Rohul.
- Rokan Hulu dan Siak disebut sebagai dua kabupaten di Riau yang telah menerapkan sistem Manajemen Talenta.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pengisian jabatan pimpinan pada delapan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai dilakukan melalui sistem Manajemen Talenta. Sebanyak 29 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti assessment untuk memperebutkan peluang mengisi posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang kosong.
Proses seleksi berlangsung di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Rohul, Senin (22/6/2026). Bupati Rohul Anton memimpin langsung pengujian peserta bersama Sekretaris Daerah Yusmar yang bertindak sebagai bagian dari komite seleksi.Turut terlibat dalam komite tersebut Asisten III Edi Suherman, Kepala Dinas Pariwisata Helfiskar, serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Margono.
Delapan OPD yang menjadi sasaran pengisian jabatan melalui tahapan awal Manajemen Talenta meliputi Bapperida, Bappenda, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, BPKAD, DPPKB, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas PUPR.
Penerapan mekanisme ini menjadi langkah Pemkab Rohul dalam mengubah pola pengelolaan karier ASN. Sistem tersebut dirancang agar penempatan pejabat dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi, potensi, dan rekam kinerja, bukan semata-mata melalui pola pengisian jabatan konvensional.
Dalam penerapannya, Manajemen Talenta mencakup sejumlah tahapan, mulai dari akuisisi, pengembangan, retensi, hingga penempatan ASN. Pegawai dengan potensi dan kinerja terbaik diprioritaskan untuk mengisi jabatan strategis sesuai kebutuhan organisasi.
Sistem ini juga diarahkan untuk memperkuat penerapan sistem merit, yakni memastikan promosi dan pengembangan karier ASN berlangsung secara objektif, transparan, serta berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.
Selain itu, pemetaan talenta diharapkan dapat membantu pemerintah daerah menyiapkan calon pemimpin untuk mengisi posisi penting pada masa mendatang. Dengan demikian, keberlanjutan regenerasi sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan dapat terjaga.
Dalam informasi yang disampaikan, Rokan Hulu dan Kabupaten Siak disebut sebagai dua daerah di Provinsi Riau yang telah menerapkan sistem Manajemen Talenta.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan birokrasi untuk membentuk organisasi pemerintahan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui assessment terhadap 29 peserta ini, Pemkab Rohul berharap dapat memperoleh pejabat yang memiliki kompetensi dan kapasitas untuk memimpin OPD serta mendukung percepatan pembangunan daerah. (adv)
