PMI Rohul Genjot Profesionalisme Relawan
Menanggapi maraknya keluhan calo akibat defisit pasokan darah, PMI Rokan Hulu menggelar Orientasi Kepalangmerahan untuk menggembleng profesionalisme pengurus dan relawan.

RINGKASAN BERITA:
- Pasokan yang hanya mampu menyuplai 1.000 dari target 3.000 kantong darah per tahun memicu munculnya keluhan warga terkait praktik percaloan darah.
- Orientasi digelar khusus untuk memberikan pemahaman komprehensif bagi jajaran anyar PMI Rohul yang baru aktif berjalan intensif pada tahun ini.
- Kegiatan pelatihan tidak hanya membahas donor darah, tetapi juga memperluas cakupan tugas kemanusiaan dengan menggandeng narasumber ahli dari PMI Provinsi Riau.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Keterbatasan pasokan darah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang sebelumnya baru mampu terpenuhi sepertiga dari target ideal dinilai memicu timbulnya keresahan warga akibat maraknya aksi calo darah.
Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Rohul untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memaksimalkan peran seluruh elemen organisasinya.
Langkah penguatan internal tersebut direalisasikan melalui pembukaan agenda Orientasi Kepalangmerahan bagi jajaran Dewan Kehormatan, Pengurus, Staf, serta Relawan tahun 2026 yang berlangsung di Razka Hotel, Pasir Pengaraian, pada Kamis (9/4/2026).
”Sebagai PMI, tentunya kita tahu kita mempunyai kewajiban untuk bergerak dalam bidang kemanusiaan, Kemudian kita harus menyediakan stok darah yang substansinya 3.000 kantong darah per tahun,” terang Ketua PMI Rohul, dr Yeni Dwi Putri.
Sementara, tambahnya, tahun sebelumnya PMI hanya mendapat 1.000 kantong darah. Namun, Yeni menilai kondisi ini akibat PMI belum bergerak maksimal. Alhasil, kemudian mulai timbul keluhan masyarakat terhadap calo-calo darah.
Sosok yang juga merupakan istri Bupati Rohul tersebut menggarisbawahi bahwa setiap personel PMI dituntut memiliki komitmen penuh serta profesionalisme tinggi agar keberadaan organisasi dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh publik.
Ia membeberkan bahwa jajaran pengurus yang ada saat ini masih tergolong baru. Keterbatasan waktu operasional yang hanya tersisa tiga bulan pada tahun lalu membuat agenda pembekalan dasar organisasi baru dapat diselenggarakan secara optimal pada tahun ini.
”Orientasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” kata dr. Yeni.
Orientasi pengenalan terhadap organisasi PMI ini, kata dia, merupakan hal yang baru. Yeni menyerahkan kepada pengurus PMI Rohul sehingga organisasi berjalan sebagaimana mestinya.
“Jadi karena keterbatasan waktu tahun lalu, kita hanya punya waktu 3 bulan untuk memulai, jadi pada tahun ini kita baru bisa melaksanakan kegiatan ini,” tuturnya.
Melalui orientasi ini, dr. Yeni menaruh harapan besar agar seluruh peserta mampu memahami secara komprehensif ranah kerja PMI yang tidak terbatas pada urusan donor darah semata, melainkan mencakup cakupan aksi sosial yang lebih luas.
”Tugas kita bukan hanya sekedar donor darah, tapi banyak sekali, dengan bergeraknya organisasi ini sehingga kita dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat Rohul,” papar dr Yeni.
Inisiatif pelatihan ini menghadirkan jajaran pemateri dari PMI Provinsi Riau, di antaranya Kepala Markas Yonaldi Saputra, S.E., Ketua Bidang SDM, PMR, dan Relawan Dr. Drs. Hendro Ekwarso, M.Si., serta Staf SDM dan Diklat Riski Efendi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Elbizri, S.STP., M.Si., jajaran pengurus kabupaten dan kecamatan, hingga perwakilan Palang Merah Remaja.
Acara kemudian ditutup dengan penganugerahan hadiah bagi pemenang kompetisi Desain Poster serta Video Kreatif kampanye donor darah tingkat SMA sederajat se-Kabupaten Rohul. (adv)
