PAD Rohul Ditargetkan Tembus 100 Persen dari Sektor Retribusi

PenJabat Sekretaris Daerah Rohul Drs Yusmar MSi memimpin rapat evaluasi PAD retribusi, Selasa (14/4/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemkab Rohul membidik realisasi retribusi minimal 90-100 persen sepanjang 2026.
  • Hingga 31 Maret 2026, PUPR belum mencatat penerimaan retribusi karena alat berat masih digunakan untuk pekerjaan internal.
  • Langkah ini disepakati untuk mengatasi kendala pemungutan dan mengoptimalkan potensi retribusi daerah.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) masih menghadapi kendala dalam memenuhi target penerimaan retribusi.

Bahkan, hingga akhir Maret 2026, terdapat OPD yang mencatat realisasi nol persen.Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkab Rohul di tengah upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama setelah adanya pemangkasan transfer dana dari pemerintah pusat.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemkab Rohul menyepakati penguatan koordinasi terhadap 12 OPD yang memiliki sumber pendapatan retribusi. Pengelolaannya akan dikoordinasikan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Rohul.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam rapat evaluasi dan optimalisasi retribusi daerah yang dipimpin Penjabat (Pj) Sekda Rohul, Drs Yusmar MSi, di Aula Lantai III Kantor Bupati, Rabu (15/4/2026). Pertemuan itu diikuti sejumlah kepala OPD terkait.

Yusmar mengatakan, pembahasan mencakup evaluasi penerimaan retribusi tahun berjalan sekaligus penyusunan target untuk tahun mendatang.

Kajian tersebut dilakukan untuk mengetahui potensi pendapatan serta mencari solusi atas berbagai hambatan pemungutan. “Kita cari solusi bagaimana ini terlaksana dengan baik,” terang Yusmar usai rapat.

Ia menegaskan, Pemkab Rohul menginginkan penerimaan retribusi tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, realisasi penerimaan pada tahun lalu baru berada di kisaran 70 persen lebih.

Untuk tahun ini, pemerintah daerah memasang realisasi minimal 90 hingga 100 persen dari target yang telah ditetapkan. “Kalau tahun ini target realisasi minimal 90-100 persen. Itu minimal ya,” terangnya.

Meski demikian, ia menyebut PUPR biasanya mampu memenuhi target menjelang akhir tahun. “PUPR misalnya masih nol persen karena mereka belum ada menyewakan alat berat. Semua alat masih dipakai mereka tapi biasanya mereka selalu penuhi target di akhir tahun,” kata dia.

Zulheri juga mengakui proses pemungutan retribusi menghadapi sejumlah kendala teknis maupun persoalan lainnya. Namun, ia optimistis penerimaan akan mengalami peningkatan memasuki triwulan kedua.

Ia berharap evaluasi dan koordinasi antarlembaga tersebut dapat memperkuat upaya pencapaian target retribusi daerah sepanjang 2026. (adv)

Share to: