UIR Masuk Peringkat 218 Asia Tenggara, Pertahankan Posisi di QS Ranking 2027

UIR mempertahankan posisi dalam QS Ranking Asia 2027 dengan peringkat 218 Asia Tenggara. Kampus fokus memperkuat riset dan kolaborasi internasional.

Kampus Universitas Islam Riau (UIR) yang mempertahankan peringkat di QS Ranking Asia 2027. (Sumber: Humas UIR)

RINGKASAN BERITA :

  • UIR mempertahankan posisinya dalam QS World University Rankings Asia 2027 dan masuk kelompok 1.401–1.500 tingkat Asia.
  • UIR memperoleh skor 49,8 untuk Inbound Exchange dan 24,2 pada indikator Staff with PhD.
  • UIR memprioritaskan peningkatan kualitas penelitian, penguatan reputasi akademik dan lulusan, serta perluasan kolaborasi internasional.

RIAUCERDAS, PEKANBARU – Penguatan kolaborasi riset internasional dan peningkatan kualitas sumber daya akademik menjadi fokus Universitas Islam Riau (UIR) untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.

Upaya tersebut sejalan dengan keberhasilan UIR mempertahankan posisinya dalam pemeringkatan QS World University Rankings Asia 2027.

Berdasarkan pemeringkatan tersebut, UIR berada di posisi 218 untuk kawasan Asia Tenggara dan masuk kelompok peringkat 1.401–1.500 di tingkat Asia.

Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UIR, Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT., M.IT., mengatakan capaian tersebut turut didukung sejumlah indikator internasionalisasi dan kualitas tenaga akademik.

UIR mencatat skor 49,8 pada indikator Inbound Exchange dan 24,2 pada indikator Staff with PhD. Menurut Arbi, hasil tersebut menjadi modal untuk memperkuat hubungan internasional sekaligus meningkatkan kualitas akademik kampus.

“UIR mencatat skor 49,8 pada indikator Inbound Exchange dan 24,2 pada Staff with PhD. Ini menjadi modal yang baik dalam penguatan internasionalisasi dan kualitas akademik,” terangnya.

Ia menjelaskan, pemeringkatan QS menggunakan 11 indikator penilaian. Dua di antaranya memiliki bobot cukup besar, yakni reputasi akademik sebesar 30 persen dan reputasi pemberi kerja sebesar 20 persen.

Dengan komposisi tersebut, pengakuan dari komunitas akademik dan dunia industri memiliki kontribusi besar terhadap penilaian universitas.

Selain reputasi, QS juga memperhitungkan kualitas akademik, produktivitas dan dampak penelitian, rekam jejak lulusan di dunia kerja, kualitas dosen, serta jaringan internasional.

Untuk meningkatkan capaian ke depan, UIR mulai mengarahkan kegiatan penelitian pada hasil yang memiliki kualitas dan dampak ilmiah, bukan hanya mengejar jumlah publikasi.

Khusus di bidang penelitian, UIR mendorong perubahan orientasi dari sekadar jumlah publikasi menuju penelitian yang berkualitas, memiliki dampak ilmiah, dan memperoleh pengakuan dari komunitas akademik internasional.

“Salah satu strategi penting adalah memperluas kolaborasi riset dengan peneliti dari berbagai negara serta mendorong publikasi bersama pada jurnal internasional bereputasi”, ujar Prof Arbi.

Sementara itu, Rektor UIR, Dr. Admiral, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur kampus yang telah berkontribusi mempertahankan posisi universitas dalam pemeringkatan Asia dan Asia Tenggara.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pimpinan universitas, fakultas, pascasarjana, mahasiswa, tenaga kependidikan, mitra kampus, serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh pimpinan universitas, Fakultas dan Pascasarjana, mahasiswa, tendik mitra kampus, serta semua stakeholder terkait lainnya, dengan harapan ke depan posisi kita lebih baik lagi dengan topangan kerja-kerja hebat dari aktivitas dharma perguruan tinggi yang kita lakukan”, terang Rektor.

Ia menambahkan, keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari posisi dalam pemeringkatan internasional. Kontribusi ilmu pengetahuan, kualitas lulusan, serta manfaat hasil penelitian bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dari pencapaian universitas.

UIR pun berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap untuk meningkatkan posisinya di tingkat Asia dan Asia Tenggara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi universitas, yakni menjadi universitas Islam berkelas dunia berbasis iman dan takwa. (*)

Share to: