Pemkab Rohul Siapkan Lahan 6,8 Hektar untuk Sekolah Rakyat

Pemkab Rokan Hulu akan melengkapi dokumen Andalalin dan Amdal untuk pembangunan Sekolah Rakyat melalui APBD Perubahan 2026. Lahan 5 hingga 6,8 hektare di Rambah Tengah telah disiapkan, dan pembangunan direncanakan mulai tahun ini jika persyaratan tambahan rampung.

Pj Sekretaris Daerah Rokan Hulu, Drs Yusmar MSi memimpin rapat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat, Jumat (8/5/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemkab Rohul akan melengkapi dokumen Andalalin dan Amdal Sekolah Rakyat melalui APBD Perubahan 2026 yang masih dibahas di DPRD.
  • Dissos P3A masih menunggu dokumen dari Perkim (jaringan pipa PDAM) dan PUPR (pengaspalan jalan).
  • Sekolah berasrama terpadu SD hingga SMA direncanakan di lahan 5 hingga 6,8 hektare di Rambah Tengah.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Dua dokumen penting kini menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) agar pembangunan Sekolah Rakyat bisa segera berjalan. Pengurusannya dianggarkan dalam APBD Perubahan 2026.

Ada dua dokumen yang akan kita lengkapi di sisa akhir tahun ini,” kata Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dissos P3A) Rohul, April Liyadi SE MSi, Jumat (25/9/2026).


Kedua dokumen itu adalah Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Anggarannya masuk dalam APBD Perubahan 2026 yang saat ini sedang dibahas di DPRD Rohul. Jika anggaran disetujui, pengerjaan akan segera dilakukan.

Selain itu, Dissos P3A masih menunggu dokumen dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Perkim dan PUPR.
“Kalau Perkim itu soal jaringan pipa PDAM. Kalau PUPR itu soal dokumen pengaspalan jalan,” katanya.

Secara umum, Pemkab Rohul sudah memenuhi persyaratan pembangunan. Namun, masih ada beberapa catatan tambahan yang harus segera dilengkapi Dinas Sosial agar pembangunan dapat dilaksanakan. Hal ini sebelumnya dibahas dalam rapat pertengahan Mei lalu yang dipimpin Pj Sekda Drs Yusmar MSi.

Dalam arahannya saat itu, Yusmar menyebut rapat tersebut merupakan tahap lanjutan dari proses panjang sejak pengusulan pembangunan Sekolah Rakyat.

“Ini merupakan tahap lanjutan dari yang telah kita lalui, mulai dari pengajuan usulan, peninjauan lahan yang dilakukan Bupati Anton pada Mei 2025 lalu hingga sampai pada tahap saat ini,” katanya.

“Kita sangat bersyukur karena dari Kementerian Sosial, Kabupaten Rohul termasuk daerah yang terintegrasi dalam pembangunan Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Pemkab Rohul telah menyiapkan lahan seluas 5 hingga 6,8 hektare di Dusun Kubu Manggis, Desa Rambah Tengah, Kecamatan Rambah. Sekolah itu dirancang berasrama terpadu dengan kurikulum nasional, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.

Selain pendidikan formal, siswa akan dibekali keterampilan hidup agar menjadi generasi mandiri, unggul, dan berdaya saing.

Yusmar menegaskan, jika seluruh persyaratan tambahan segera diselesaikan, pembangunan Sekolah Rakyat di Rohul direncanakan dimulai pada 2026. (adv)

Share to: