Bupati Rohul Minta Pejabat Baru Tinggalkan Pola Lama dan Lebih Responsif Layani Masyarakat
Bupati Rokan Hulu Anton ST MM meminta pejabat yang baru dilantik meninggalkan pola kerja lama dan lebih proaktif dalam menyelesaikan persoalan. Sebanyak sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau kepala dinas dilantik pada Rabu (19/8/2026), disertai pelantikan pejabat eselon III, kepala sekolah, dan kepala Puskesmas.

- Bupati Anton meminta pejabat baru meninggalkan pola kerja lama dan lebih proaktif menangani persoalan.
- Sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama dilantik sebagai kepala dinas atau kepala badan definitif.
- Pejabat baru didorong mengambil keputusan sesuai aturan serta mengutamakan kepentingan masyarakat.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton ST MM menekankan perubahan pola kerja kepada jajaran pejabat yang baru dilantik. Ia meminta para pejabat tidak sekadar menunggu instruksi, tetapi aktif turun ke lapangan untuk mengetahui persoalan sekaligus mencari penyelesaian.
Pesan tersebut disampaikan Anton saat melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohul pada Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, pejabat harus mampu menunjukkan loyalitas, kemampuan, serta integritas dalam menjalankan tanggung jawab yang diberikan.
“Loyalitas yang saya maksud disini bukan hanya loyalitas kepada pimpinan. Tapi juga pada aturan dan masyarakat. Sehingga saya minta untuk tidak bekerja dengan pola-pola lama,” terangnya.
Anton juga meminta pejabat tidak menjadikan laporan kepada pimpinan sebagai satu-satunya bentuk penyelesaian masalah. Ia mendorong pejabat untuk terlibat langsung dalam melihat kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Jangan hanya menunggu perintah. Tapi pro aktif dan mampu menyelesaikan masalah. Jangan hanya melaporkan pada pimpinan. Turun kelapangan, cari solusi turun dan koordinasi dengan pihak terkait,” tutur bupati.
Ia menegaskan bahwa jabatan pemerintahan harus ditempatkan sebagai bentuk pengabdian. Karena itu, pejabat diminta tidak ragu mengambil keputusan selama tetap berpedoman pada aturan dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Jangan takut ambil keputusan sepanjang keputusan sesuai aturan dan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Anton mengatakan pemerintah daerah membutuhkan pejabat yang mampu bekerja, berinovasi, dan menghasilkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
“Saya tidak membutuhkan penjabat yang pandai bicara saya membutuhkan pejabat yang pandai bekerja, mampu berinovasi, mampu memberikan hasil yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau kepala dinas resmi menduduki jabatan definitif.
Sebagian besar sebelumnya menjalankan tugas sebagai sekretaris sekaligus pelaksana tugas kepala organisasi perangkat daerah masing-masing.
Zulfikri dilantik sebagai Kepala Dinas PUPR Rohul setelah sebelumnya menjabat sekretaris sekaligus Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Alreza Ahyu dipercaya memimpin Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setelah sebelumnya menjadi sekretaris dan Plt kepala dinas.
Kemudian drg. Septien Asmarwiati M.Kes dilantik sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Desma Diana menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), sementara Zulheri dilantik sebagai Kepala Bapenda Rohul.
Simel Meri dipercaya sebagai kepala badan di Baperida Rohul. Abdurrochim dilantik sebagai kepala badan di BPKAD Rohul. Selanjutnya Sugesti menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), sedangkan Andi Yanto dilantik sebagai kepala badan di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).
Selain pejabat eselon II, pelantikan pada hari yang sama juga mencakup pejabat eselon III, sejumlah kepala sekolah, serta kepala Puskesmas.
Anton kemudian mengajak seluruh pejabat yang dilantik membangun pemerintahan daerah yang lebih tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
“Mari bangun Pemkab Rohul yang responsif dan berorientasi pada pelayanan publik,” ajaknya. (adv)
