Pemkab Siak Pantau ISPU Sebelum Putuskan Libur Sekolah

Pemkab Siak belum meliburkan kegiatan belajar tatap muka meski kabut asap mulai berdampak pada kualitas udara. Pemerintah daerah menjadikan data ISPU sebagai dasar menentukan kebijakan, sementara kondisi kesehatan siswa dan masyarakat terus dipantau.

Pemerintah Kabupaten Siak menjadikan data ISPU sebagai dasar menentukan kebijakan kegiatan belajar di tengah kondisi kabut asap. (Sumber: siakkab.go.id)
  • Pemkab Siak belum meliburkan sekolah karena rata-rata kualitas udara masih berada pada kategori sedang.
  • Rekaman ISPU dari empat kecamatan diminta dilaporkan secara berkala sebagai dasar menentukan kebijakan pendidikan.
  • Meski tidak ada titik api, kondisi lahan gambut yang kering membuat kewaspadaan terhadap potensi karhutla tetap ditingkatkan.

RIAUCERDAS, SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak masih mempertahankan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah di tengah penurunan kualitas udara akibat kabut asap karhutla.

Keputusan untuk meliburkan sekolah belum diambil karena hasil pemantauan ISPU di sejumlah wilayah masih berada dalam kategori sedang.

Data dari perangkat pemantau ISPU milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak yang berada di empat kecamatan, yakni Siak, Bungaraya, Tualang, dan Kandis, menjadi salah satu acuan pemerintah daerah dalam mengevaluasi kondisi udara.

Berdasarkan laporan rata-rata mingguan, kualitas udara di Kabupaten Siak berada pada kategori sedang.

Rentang ISPU 0-50 masuk kategori baik, sedangkan angka 51-100 dikategorikan sedang dan 101-200 masuk kategori tidak sehat.

“Artinya, untuk saat ini, kualitas udara kita masih aman di bawah 100 atau 90-95 (sedang). Jika di atas 100 sampai 200 ini sudah tidak sehat,” papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak, Amin Soimin dalam Rakor Karhutla melalu zoom meeting, Selasa (25/8/2026).

Meski secara umum masih berada pada kategori sedang, pemantauan menunjukkan kualitas udara sempat menyentuh ambang tidak sehat.

Pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, angka ISPU tercatat mencapai 100 dan masuk kategori tidak sehat, tetapi kondisi tersebut tidak berlangsung lama.

Bupati Siak, Afni Z meminta DLH menyampaikan perkembangan rekaman ISPU secara berkala. Data tersebut akan digunakan pemerintah sebagai bahan pertimbangan apabila nantinya diperlukan kebijakan terkait kegiatan belajar di sekolah.

“Saya minta Kadis DLH melaporkan ISPU secara berkala. Karena ini menjadi acuan kita dalam mengambil kebijakan ke depan,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Dinas Pendidikan diminta tetap mengawasi kondisi siswa dengan meminta laporan dari sekolah-sekolah.

Pemantauan tersebut diarahkan untuk mengetahui perkembangan kesehatan anak-anap ak selama kualitas udara mengalami perubahan.

Selain kondisi udara dan aktivitas sekolah, Pemkab Siak meminta Dinas Kesehatan terus mengikuti perkembangan kesehatan masyarakat.

Laporan kondisi kesehatan nantinya disampaikan kepada kepala daerah sebagai bagian dari pemantauan dampak kabut asap.

“Dinas kesehatan pantau terus kondisi kesehatan masyarakat dan laporkan. Ini belum puncak bencana ya, kita tidak mau bencana ini terulang seperti tahun 2015,” ujar Afni.

Pemkab Siak juga masih menghadapi ancaman karhutla meski saat ini tidak ditemukan titik api di wilayah tersebut.

Kondisi tersebut belum membuat kewaspadaan diturunkan karena cuaca kering menyebabkan lahan gambut berada dalam kondisi rentan terbakar.

Situasi lahan gambut yang semakin kering menjadi perhatian Satgas Karhutla Siak.

Kewaspadaan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang belum mendukung. (adv)

Share to: