Bupati Siak Minta Seluruh PKS Hentikan Pembakaran Jangkos Saat Kabut Asap
Bupati Siak Afni Zulkifli meminta seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) menghentikan sementara pembakaran janjang kosong (Jangkos) karena asapnya dinilai menambah kabut asap di tengah kewaspadaan terhadap karhutla. Pemkab Siak juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta memberi perhatian khusus terhadap kelompok rentan dan sekolah di wilayah terdampak.

- Seluruh PKS di Siak diminta menghentikan sementara pembakaran Jangkos untuk mengurangi tambahan asap.
- Pemkab Siak menyiapkan surat imbauan kepada pemilik PKS setelah menerima laporan masyarakat dan anggota DPRD.
- Kabut asap juga berdampak pada aktivitas masyarakat dan pendidikan, dengan PAUD serta TK di wilayah tertentu dapat diliburkan jika kondisi memburuk.
RIAUCERDAS, SIAK – Seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) diminta menghentikan sementara pembakaran janjang kosong (Jangkos).
Kebijakan imbauan tersebut disampaikan Bupati Siak Afni Zulkifli untuk mengurangi tambahan asap saat Kabupaten Siak berada dalam kondisi siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Permintaan itu disampaikan Afni di Siak, Kamis (27/8/2026). Menurutnya, asap hasil pembakaran Jangkos berpotensi memperburuk kualitas udara yang sudah terdampak kabut asap.
“Saya minta seluruh PKS di Siak untuk stop dulu membakar janjang kosong karena asapnya menambah asap yang ada. Apalagi kita sedang siaga karhutla,” tutur bupati.
Afni mengatakan laporan mengenai pembakaran Jangkos diterima dari masyarakat dan anggota DPRD.
Aktivitas tersebut disebut turut menghasilkan asap yang menambah kondisi kabut asap di sejumlah wilayah.
Karena itu, penghentian pembakaran diminta berlaku hingga kondisi kabut asap membaik.
Bupati juga meminta Dinas Perizinan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Siak menyiapkan surat imbauan bagi seluruh pemilik PKS.
“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan anggota dewan, asap yang dihasilkan dari pembakaran Jangkos ini termasuk penyumbang kabut asap. Jadi PKS jangan melakukan aktivitas bakar tandan kosong dulu sampai kabut asap ini benar-benar hilang,” terangnya.
Selain perusahaan, masyarakat juga menjadi sasaran imbauan. Afni meminta warga tidak membuka kebun maupun lahan dengan menggunakan metode pembakaran karena aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran yang dapat berkembang menjadi karhutla.
Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan kegiatan pembakaran yang berpotensi membahayakan lingkungan.
Pemilik lahan diminta bertanggung jawab apabila kebakaran terjadi di arealnya dan menghadapi konsekuensi hukum.
Imbauan tersebut disampaikan ketika kewaspadaan terhadap karhutla meningkat di Riau pada kondisi kemarau.
Pemkab Siak sebelumnya menyatakan wilayahnya masih nihil titik api, meski sejumlah kawasan mulai menerima dampak asap kiriman dari daerah sekitar.
Afni mengingatkan masyarakat yang lebih rentan terhadap paparan kabut asap, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan penderita asma, agar mengurangi aktivitas di luar rumah.
Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, ia menganjurkan penggunaan masker sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan asap.
Dampak kabut asap juga menjadi perhatian Pemkab Siak pada sektor pendidikan.
Pemerintah daerah telah mengeluarkan imbauan kepada satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan kondisi udara yang dinilai membahayakan.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Minas, dan Perawang yang berbatasan dengan kawasan terdampak karhutla.
Untuk jenjang pendidikan anak usia dini, termasuk PAUD dan TK, sekolah dapat diliburkan apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
“Kita sudah mengeluarkan imbauan kepada satuan pendidikan di wilayah yang kabut asap di level berbahaya, seperti Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Minas dan Perawang yang berbatasan dengan bencana karhutla. Terutama anak PAUD dan TK bisa diliburkan,” tandasnya. (adv)
