Rokan IV Koto Catat Kebakaran Lahan Terluas, Rohul Perkuat Deteksi Dini Karhutla

Sebanyak 43 hektare lahan terbakar di Rokan Hulu sejak Januari hingga Agustus 2026. Kecamatan Rokan IV Koto menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, sehingga pemerintah daerah memperkuat patroli dan deteksi dini Karhutla.

Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM memberi keterangan usai memimpin Rakor terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla pada Sabtu (29/8/2026) pagi di Mapolres Rohul. (Sumber: Istimewa)
  • 43 hektare lahan terbakar di Rohul sejak Januari hingga Agustus 2026.
  • Rokan IV Koto menjadi wilayah dengan kebakaran terluas dan beberapa kali dilakukan pemadaman.
  • Patroli, deteksi dini dan Satgas kecamatan diperkuat untuk mempercepat penanganan titik api.

RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Kecamatan Rokan IV Koto menjadi wilayah yang mencatat luasan kebakaran lahan paling besar di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Secara keseluruhan, lahan yang terbakar di Rohul sejak Januari hingga saat ini mencapai 43 hektare (Ha) dan tersebar di sejumlah kecamatan.

“Luasan lahan yang terbakar di Rohul itu 43 Ha. Itu dari Januari ya,” terang Bupati Rohul, Anton ST, MM Minggu (30/8/2026).

Rokan IV Koto menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena beberapa kali petugas harus melakukan pemadaman kebakaran.

Kondisi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana Karhutla yang dipimpin Bupati Rohul Anton pada Sabtu (29/8/2026).

Rakor berlangsung di Ruang Rupatama Tatag Trawang Tungga Lantai II Polres Rohul dan dihadiri Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., S.H., M.Si., unsur TNI, Kejaksaan, BPBD, Satpol PP dan Damkar, OPD terkait, pejabat utama Polres, Kapolsek jajaran serta perwakilan perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah bersama unsur terkait membahas perkembangan Karhutla sekaligus menyiapkan langkah antisipasi.

Patroli dan deteksi dini diminta diperkuat pada kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran.Bupati Anton meminta TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat segera menangani setiap titik api yang ditemukan.

Apabila penanganan membutuhkan dukungan tambahan, laporan diminta disampaikan secara berjenjang.

Selain penguatan patroli, pemerintah daerah juga menyiapkan Satgas Penanganan Karhutla di tingkat kecamatan. Pembentukan tersebut diarahkan untuk wilayah rawan, yakni Rambah Samo, Rambah, Rokan dan Pendalian.

“Kepada masyarakat dan perusahaan, dalam kondisi risiko Karhutla tinggi, tidak boleh ada pembukaan lahan dengan cara membakar. Mari kita cegah Karhutla sebelum meluas,” ucap Anton.

Dukungan terhadap upaya tersebut juga disampaikan TNI dan Kejaksaan Negeri Rohul. Kedua institusi menyatakan kesiapan membantu pemerintah daerah dan Polri dalam pencegahan serta penanganan Karhutla sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Melalui rakor tersebut, para pemangku kepentingan menyepakati penguatan koordinasi, kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.

Langkah itu diarahkan agar Karhutla dapat ditangani sejak awal dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar di Rohul. (adv)

Share to: