Kapau Pocket Inovasi Mahasiswa UIR Raih Juara III di Kompetisi Nasional

Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) meraih juara III dalam kompetisi Pendidikan Karya tingkat nasional yang digelar IPB. Mereka mengembangkan Kapau Pocket, inovasi Nasi Kapau dalam format pangan portable yang memadukan kuliner tradisional dengan konsep modern.

Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) meraih juara III dalam kompetisi Pendidikan Karya tingkat nasional yang digelar IPB (Sumber: UIR)
  • Tiga mahasiswa Fakultas Hukum UIR meraih juara III kompetisi Pendidikan Karya tingkat nasional yang diselenggarakan IPB.
  • Kapau Pocket mengadaptasi Nasi Kapau menjadi pangan portable dengan Bareh Solok, rendang, Lado Karambia, serta daun singkong atau pucuk ubi.
  • Inovasi tidak hanya diterapkan pada produk, tetapi juga kemasan yang dibuat mengikuti lekuk tangan dan dilengkapi tear strip agar mudah dibuka.

RIAUCERDAS, BOGOR – Mengubah sajian tradisional menjadi produk yang lebih praktis mengantarkan tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR) meraih juara III dalam kompetisi tingkat nasional.

Reva Rahmania, Indratama Arya Putra, dan Muhammad Farid Amirul menciptakan Kapau Pocket dengan mengadaptasi Nasi Kapau ke dalam bentuk pangan portable.

Ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UIR angkatan 2024.

Inovasi tersebut mereka bawa dalam lomba Pendidikan Karya yang diselenggarakan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Departemen Pengembangan Karir pada 12 September 2026.

Kompetisi PENDIKAR tahun ini mengusung tema CareerLab: “Create ideas, Explore Potential to Build Career”.

Tim UIR memilih subtema Ekonomi Kreatif dan Kearifan Lokal yang membahas pengembangan produk lokal melalui inovasi dan modernisasi tanpa menghilangkan identitas budaya.

Reva Rahmania, Indratama Arya Putra, dan Muhammad Farid Amirul. (Sumber: UIR)

Perjalanan tim UIR menuju babak akhir berlangsung melalui beberapa tahapan.

Pada tahap pertama, sebanyak 173 universitas mengirimkan delegasi untuk mengikuti kompetisi.

Dari jumlah tersebut, dipilih 20 tim terbaik untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Seleksi kemudian mengerucutkan peserta menjadi lima tim yang berhak tampil pada babak grand final.

“Saat kompetisi pada tahap 1 diikuti 173 universitas yang mengirimkan delegasi, selanjutnya dipilih 20 tim terbaik dan pada tahap 2 diseleksi lagi sebanyak 5 tim dari 20 tim tersebut yang akan bertanding di babak grand finalis. Alhamdulillah tim UIR masuk top 5 grand finalis esai,” terang Reva Rahmania.

Pada babak akhir tersebut, tim UIR berhasil memperoleh juara III melalui gagasan Kapau Pocket.

Reva menjelaskan, ide Kapau Pocket berangkat dari sejarah Nasi Kapau yang berasal dari Nagari Kapau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kuliner tersebut berkembang dari warung nasi yang dikelola perempuan pada abad ke-19 dan berkaitan dengan tradisi merantau masyarakat Minangkabau.Dalam pengembangannya, tim tidak sekadar mengubah tampilan Nasi Kapau.

Format penyajian dibuat lebih mudah dibawa dan dikonsumsi sehingga sesuai dengan konsep pangan portable.

Kapau Pocket dirancang dengan mengubah format penyajian Nasi Kapau menjadi pangan portable.

Produk ini menggunakan Bareh Solok sebagai bahan utama nasi, kemudian dipadukan dengan rendang sebagai isian utama, Lado Karambia sebagai pelengkap, serta daun singkong atau pucuk ubi.

“Pemilihan bahan tersebut tidak hanya mempertimbangkan cita rasa, tetapi juga karakteristik bahan dan identitas kuliner Minangkabau,”terang Reva.

Bahan-bahan tersebut dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik produk sekaligus tetap membawa unsur identitas kuliner Minangkabau.

Selain mengembangkan isi produk, mahasiswa UIR tersebut juga melakukan inovasi pada bagian kemasan.

Desainnya dibuat mengikuti lekuk tangan sehingga lebih mudah digenggam sekaligus membantu mempertahankan isian di dalam produk.

Kemasan Kapau Pocket juga dilengkapi garis tear strip.

Fitur tersebut dirancang agar produk dapat dibuka tanpa membutuhkan alat tambahan.

Konsep tersebut menjadi bagian dari gagasan tim dalam mengadaptasi kuliner tradisional dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Inovasi Kapau Pocket memperlihatkan pendekatan berbeda dalam mempertahankan kuliner tradisional.

Bentuk penyajian dapat disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan tanpa menghilangkan bahan dan identitas kuliner yang menjadi dasar produk.

Bagi tim mahasiswa UIR, pengembangan tersebut juga membuka ruang bagi kuliner lokal untuk masuk ke dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui inovasi produk. (*)

Share to: