25 Tahun Polbeng, Pemkab Bengkalis Dorong Penguatan SDM dan Kemitraan Industri

Memasuki usia 25 tahun, Politeknik Negeri Bengkalis didorong semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia, kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Hal itu disampaikan dalam Bedah Buku 25 Tahun Politeknik Negeri Bengkalis.

Suasana Bedah Buku 25 Tahun Politeknik Negeri Bengkalis yang berlangsung di Aula Mini Conference GKT 1 Polbeng, Minggu (27/9/2026). (Sumber: Prokopim Bengkalis)
  • Usia 25 tahun Polbeng dijadikan momentum evaluasi sekaligus menyiapkan arah pengembangan kampus.
  • Pemkab Bengkalis mendorong Polbeng memperkuat kualitas SDM, kemitraan dengan DUDI dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
  • Buku perjalanan 25 tahun Polbeng diharapkan menjadi sumber pembelajaran dan gagasan untuk menghadapi 25 tahun berikutnya.

RIAUCERDAS, BENGKALIS – Memasuki usia seperempat abad, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) didorong untuk memperkuat perannya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam kegiatan Bedah Buku 25 Tahun Politeknik Negeri Bengkalis yang berlangsung di Aula Mini Conference GKT 1 Polbeng, Minggu (27/9/2026).

Bupati Bengkalis Hj Kasmarni melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Andris Wasono, mengatakan momentum 25 tahun dapat menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan kampus sekaligus menyiapkan arah pengembangannya.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar membedah sebuah buku. Ini adalah momentum untuk membedah perjalanan, membaca keberhasilan, mengakui kekurangan, sekaligus menyiapkan lompatan ke depan,” kata dia.

Pemkab Bengkalis berharap Polbeng ke depan semakin memperkuat tiga agenda utama.

Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Polbeng diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga berkarakter, berintegritas, adaptif dan memiliki kemampuan berinovasi.

Kedua, penguatan hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Sebagai institusi pendidikan vokasi, Polbeng diharapkan terus menyesuaikan kurikulum, kompetensi dan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.

Ketiga, peningkatan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Bengkalis.

Kampus diharapkan dapat terlibat dalam menjawab berbagai kebutuhan daerah, mulai dari teknologi kemaritiman, digitalisasi, energi, industri, UMKM, lingkungan hingga pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Andris, peran perguruan tinggi tidak cukup hanya dilihat dari usia, jumlah lulusan maupun pencapaian akademik. Kampus juga dituntut mampu memberikan dampak bagi masyarakat dan merespons perkembangan zaman.

“Ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di daerah juga mampu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan, teknologi dan inovasi pada level nasional,” paparnya.

Jadi Bahan Evaluasi

Dalam kegiatan tersebut, buku perjalanan 25 tahun Polbeng juga dipandang sebagai bahan pembelajaran untuk menentukan arah kampus pada masa mendatang.

Andris mengatakan buku tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai dokumentasi perjalanan yang tersimpan di perpustakaan.

Isi dan pengalaman yang tercatat di dalamnya diharapkan terus dikaji sehingga dapat melahirkan gagasan serta inovasi baru.

“Jangan berhenti pada pertanyaan apa yang telah kita lakukan. Mari kita lanjutkan dengan pertanyaan yang lebih penting, apa yang sudah kita pelajari, apa yang harus kita perbaiki dan lompatan apa yang harus kita siapkan untuk 25 tahun berikutnya,” kata dia.

Andris menilai perjalanan 25 tahun Polbeng merupakan bagian dari proses panjang pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bengkalis.

Karena itu, momentum tersebut perlu digunakan untuk melihat capaian sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

“Mari kita jadikan 25 tahun ini sebagai refleksi, bukan sekadar nostalgia. Jadikan sejarah sebagai pijakan, pengalaman sebagai pembelajaran, ilmu pengetahuan sebagai kekuatan dan inovasi sebagai jalan untuk melompat lebih jauh,” ajaknya.

Memasuki babak baru, Polbeng diharapkan semakin adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan dunia industri.

Kampus juga diharapkan tetap mengambil bagian dalam penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan Bedah Buku 25 Tahun Politeknik Negeri Bengkalis turut dihadiri Pasi Pers Kodim 0303/Bengkalis Kapten Inf Ucok Doni Samosir, Bhabinkamtibmas Aipda Kamal mewakili Kapolres Bengkalis, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri.

Kemudian, Direktur Polbeng Ir Johny Custer, Kepala Bappeda Bengkalis Rinto, Ketua MUI Bengkalis H Amrizal, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis periode 2005–2020 Ir Muhammad Milchan, civitas akademika Polbeng dan tamu undangan lainnya. (*)

Share to: