APBD Perubahan Siak 2026 Disepakati, Pendapatan Turun 6,76 Persen di Tengah Tekanan Fiskal
DPRD dan Pemkab Siak menyepakati Ranperda Perubahan APBD 2026 dengan pendapatan daerah Rp2,21 triliun, turun 6,76 persen dari sebelumnya. Di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas, Pemkab Siak tetap memprioritaskan pelayanan, infrastruktur jalan, penanganan banjir, dan irigasi.

RINGKASAN BERITA:
- Pendapatan Siak dalam APBD Perubahan 2026 turun dari Rp2,37 triliun menjadi Rp2,21 triliun.
- Pemkab Siak mendapat tambahan 3,5 kilometer jalan rigid senilai Rp49,9 miliar melalui Inpres Jalan Daerah.
- Siak memperoleh tambahan alokasi irigasi yang disebut menjadi salah satu yang terbesar di Riau, dengan total lebih dari Rp112 miliar.
RIAUCERDAS, SIAK – Ruang fiskal Kabupaten Siak semakin terbatas setelah pendapatan daerah dalam Perubahan APBD 2026 turun 6,76 persen.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperketat prioritas anggaran, sembari tetap menjaga pelayanan dan pembangunan infrastruktur.
DPRD Kabupaten Siak bersama Pemerintah Kabupaten Siak menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (30/9/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Siak Indra Gunawan tersebut dihadiri Bupati Siak Afni Zulkifli. Juru Bicara Banggar DPRD Siak, Marudut Pakpahan, menyampaikan pendapatan daerah setelah perubahan ditetapkan sebesar Rp2,21 triliun.
Angka tersebut turun sekitar 6,76 persen dibandingkan pendapatan sebelumnya yang mencapai Rp2,37 triliun.
Banggar menilai penurunan tersebut menunjukkan semakin terbatasnya ruang fiskal daerah.
Karena itu, Pemkab Siak diminta melakukan penajaman terhadap prioritas anggaran, terutama untuk program yang memberikan manfaat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sementara itu, belanja daerah dalam APBD Perubahan 2026 ditetapkan sebesar Rp2,236 triliun.
Anggaran tersebut mengalami defisit Rp26,58 miliar yang ditutup menggunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp41,1 miliar.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD atas pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hingga tercapainya persetujuan Ranperda tersebut.
“Persetujuan ini lahir dari kesepahaman dan komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Siak yang kita cintai. Semoga kolaborasi ini senantiasa terjaga dan mendapat ridho Allah SWT,” papar bupati.
Menghadapi kondisi fiskal tersebut, Afni menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan dengan mengarahkan penggunaan anggaran berdasarkan skala prioritas.
“Tekanan fiskal tidak hanya dirasakan Siak, tapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Kita terus berjuang, berikhtiar mendapatkan hak-hak masyarakat kita tanpa mengurangi kualitas pelayanan, terutama infrastruktur sampai ke peloton kampung dan Desa,” kata dia.
Di tengah keterbatasan fiskal, Siak juga memperoleh tambahan dukungan pembangunan infrastruktur melalui program pemerintah pusat.
Afni menyampaikan, melalui Inpres Jalan Daerah, Siak mendapatkan tambahan pembangunan jalan rigid sepanjang 3,5 kilometer pada 2026.
Tambahan tersebut berada pada ruas Pinang Sebatang Barat dari arah Perawang menuju Sungai Mandau dengan nilai anggaran Rp49,9 miliar.
Sebelumnya, pada tahun lalu Siak hanya memperoleh alokasi sepanjang 1 kilometer.
“Alhamdulillah tahun ini proses lelang sudah selesai. Kita mendapatkan tambahan 3,5 kilometer jalan rigit dari Pinang Sebatang Barat, dari arah Perawang ke Sungai Mandau dengan nilai Rp49,9 miliar,” ungkap Afni.
Selain pembangunan jalan, Pemkab Siak juga berkolaborasi dengan perusahaan di sekitar wilayah tersebut untuk menangani persoalan banjir.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembersihan sungai sepanjang lebih kurang 10 kilometer agar pengerjaan jalan dapat berjalan secara maksimal.
Dukungan pembangunan juga datang dari sektor irigasi. Afni menyampaikan bahwa pada APBN-P Perubahan 2026, Kabupaten Siak mendapatkan tambahan alokasi irigasi yang dikabarkan menjadi yang terbesar di Provinsi Riau.
“Kabar baik lainnya, pada APBN-P Perubahan 2026 Kabupaten Siak mendapatkan tambahan alokasi irigasi yang dikabarkan menjadi yang terbesar di Provinsi Riau dengan total anggaran sekitar Rp98 miliar, ditambah perbaikan dan penambahan irigasi pada wilayah JIAT sampai ke Teluk Lanus sehingga total alokasi yang didapatkan lebih dari Rp112 miliar” ujarnya.
Dengan ruang fiskal yang menurun, Pemkab Siak tetap menempatkan pelayanan masyarakat dan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat serta pihak terkait. (adv)
