Viral Video Bupati Afni, Tim Khusus Sekretariat Wapres Tinjau Wilayah 3T di Siak

Viralnya video kunjungan Bupati Siak Afni Zulkifli ke wilayah 3T mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tim khusus Sekretariat Wakil Presiden dijadwalkan melihat langsung kondisi Teluk Lanus dan Dusun Mungkal, termasuk persoalan akses transportasi dan layanan dasar.

Tim khusus Sekretariat Wakil Presiden dijadwalkan melihat langsung kondisi Teluk Lanus dan Dusun Mungkal setelah video Bupati Siak, Afni Zulkifli viral di media sosial. (Sumber: siakkab.go.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Tim khusus Sekretariat Wakil Presiden berjumlah delapan orang dijadwalkan meninjau wilayah 3T Siak.
  • Akses menuju wilayah tersebut disebut hanya dapat ditempuh menggunakan kapal yang disewa dan tersedia tiga kali seminggu.
  • Afni berharap peninjauan menghasilkan solusi konkret, termasuk untuk transportasi, pendidikan, dan layanan Makan Bergizi Gratis.

RIAUCERDAS, SIAK – Tim khusus dari Sekretariat Wakil Presiden dijadwalkan meninjau langsung kondisi wilayah 3T di Kabupaten Siak setelah video kunjungan Bupati Siak, Afni Zulkifli ke Kampung Teluk Lanus dan Dusun Mungkal viral di media sosial.

Tim yang berjumlah delapan orang itu akan melihat kondisi lapangan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah.

Afni membenarkan rencana peninjauan tersebut. Ia mengatakan, sehari setelah video kunjungannya ramai di media sosial, stafnya mendapat komunikasi dari pihak Sekretariat Wakil Presiden yang menyampaikan bahwa video tersebut mendapat perhatian Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

“Entah bagaimana caranya, tahu-tahu satu hari setelah video itu viral, staf saya dihubungi pihak Sekretariat Wakil Presiden,” tutur Afni, Minggu (4/10/2026).

Mereka menyatakan video itu mendapat atensi dari Wakil Presiden dan meminta segera turun tim melihat kondisi di wilayah 3T Siak.

“Ini saya dapat info tim sudah di Pekanbaru, kami janjian ketemu di Bandara karena saya harus ke Jakarta berjuang soal DBH Migas Siak,” terang Afni.

Menurut Afni, komunikasi dengan tim khusus tersebut masih berlangsung hingga Sabtu malam.

Salah satu hal yang ditanyakan tim adalah akses menuju lokasi serta sarana transportasi dan penginapan selama berada di wilayah 3T.

“Semalam masih berkomunikasi. Mereka menanyakan bagaimana menuju lokasi. Kami jawab, ke sana hanya bisa dilalui kapal. Itupun status kapalnya kami sewa untuk akses satu-satunya rakyat 3T dan juga tidak setiap hari ada. Hanya tiga kali seminggu,” ungkap bupati.

Kondisi akses tersebut menjadi salah satu gambaran persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah 3T Siak.

Selain transportasi, kawasan tersebut juga belum memiliki fasilitas penginapan yang memadai.

Afni berharap kunjungan tim pemerintah pusat tidak berhenti pada peninjauan administratif, tetapi dapat melihat secara langsung persoalan masyarakat.

Ia juga berharap hasil kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan solusi konkret.

“Syukur-syukur dengan kedatangan tim ini bisa melihat langsung kondisi wilayah 3T dan memberikan solusi konkrit. Misalnya bantu pengadaan kapal, pelayanan pendidikan bus sekolah, dan lain-lain, ” kata Afni.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah layanan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Afni mengatakan, sejumlah wilayah 3T belum mendapatkan layanan tersebut meskipun dapur SPPG telah tersedia.

“Di video saya sampaikan permintaan anak-anak. MBG memang belum ada yang buka di wilayah 3T. Baru ada dapurnya saja, tapi tidak buka-buka. Belum ada dapur MBG yang buka di wilayah 3T ini,” ujarnya.

Selain MBG, pemerintah daerah juga menyoroti persoalan jalan, pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Untuk menuju Teluk Lanus sebelum melanjutkan perjalanan ke Dusun Mungkal, perjalanan dengan kapal bahkan dapat berlangsung sekitar enam jam.

Afni tidak dapat mendampingi tim khusus tersebut secara langsung karena harus berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD dan Badan Anggaran DPRD Siak.

Mereka dijadwalkan bertemu dengan Dirjen Perimbangan Keuangan untuk mempertanyakan proyeksi Transfer ke Daerah (TKD), khususnya Dana Bagi Hasil (DBH) migas 2027.

“Saya tidak bisa menerima mereka hari ini karena saya berangkat ke Jakarta bersama Ketua DPRD dan Banggar DPRD Siak. Besok kami diterima Bapak Dirjen perimbangan keuangan untuk mempertanyakan proyeksi APBN 2027 yang menurunkan DBH Migas. Kami mau mempertanyakan apa dasar perhitungannya. Pusat harus transparan pada daerah,” kata dia.

Menurut Afni, berdasarkan proyeksi yang diterima pemerintah daerah, DBH migas Siak pada 2027 berpotensi mengalami pemangkasan sekitar 70 persen.

Karena ia tidak berada di Siak saat tim khusus tiba, peninjauan tersebut akan didampingi Wakil Bupati Syamsurizal.

“Saya sampaikan tim ini nanti akan diterima oleh bapak wakil bupati dan jajaran. Saya juga minta pak wakil bupati menunjukkan bagaimana kondisi riil di lapangan wilayah 3T,” tuturnya.

Afni mengatakan persoalan wilayah 3T perlu dilihat secara menyeluruh.

Menurutnya, meskipun Siak merupakan daerah penghasil minyak, industri kehutanan, dan perkebunan sawit, masih terdapat masyarakat yang belum memperoleh akses dasar secara layak.

“Di Siak ini meskipun kami kaya sebagai penghasil minyak, sumber industri kehutanan, lalu juga sawit, masih ada wilayah 3T yang sampai hari ini belum memiliki akses jalan darat,” katanya.

Ia berharap kedatangan tim pemerintah pusat dapat menjadi langkah lanjutan untuk menangani berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah 3T Siak.

“Kita sama-sama berharap turunnya tim ini bukan cuma seremoni, tetapi betul-betul memberikan solusi untuk persoalan yang ada di wilayah 3T Siak,” ucap bupati. (adv)

Share to: