19 Hotspot Terdeteksi di Riau, Terbanyak di Kuantan Singingi
Kualitas udara Pekanbaru masih berada pada kategori sangat tidak sehat pada Kamis pagi dengan PM2.5 mencapai 176,8 µg/m³. Pada saat yang sama, BMKG mendeteksi 19 hotspot di Riau, dengan 15 titik berada di Kuantan Singingi.

RINGKASAN BERITA:
- PM2.5 Pekanbaru mencapai 176,8 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
- Riau memiliki 19 hotspot, sebanyak 15 titik terdeteksi di Kuantan Singingi.
- Kabut asap masih berpotensi terjadi sepanjang Kamis, disertai peluang hujan di sejumlah wilayah.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Sebanyak 19 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Riau saat kualitas udara Kota Pekanbaru masih berada pada kategori sangat tidak sehat, Kamis (8/10/2026).
Dari jumlah tersebut, 15 titik berada di Kabupaten Kuantan Singingi.Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berdasarkan pembaruan pukul 23.00 WIB menunjukkan hotspot lainnya tersebar di Siak, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Kota Dumai yang masing-masing terdeteksi satu titik.
Pada waktu yang sama, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Pekanbaru tercatat 176,8 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Hasil pemantauan sejak tengah malam hingga pagi menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada rentang 164,6 hingga 215,5 µg/m³.
Konsentrasi tertinggi selama periode pemantauan tersebut mencapai 215,5 µg/m³. Kondisi ini membuat kualitas udara Pekanbaru masih berada dalam kategori sangat tidak sehat pada Kamis pagi.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, mengatakan potensi kekaburan akibat asap masih berlangsung sepanjang Kamis. Kondisi tersebut diprakirakan muncul mulai pagi hingga dini hari.
“Dalam prakiraan cuaca BMKG, kekaburan akibat asap berpotensi terjadi sejak pagi hingga dini hari. Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan potensi kekaburan akibat asap,” terang Yasir.
Potensi kekaburan masih dapat terjadi pada siang hingga sore hari. Pada periode tersebut, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.
Pada malam hari, kondisi berawan dan kekaburan akibat asap masih berpotensi terjadi. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun di sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.
“Sementara pada dini hari, udara masih berpotensi mengalami kekaburan akibat asap dengan kondisi berawan,” tambahnya.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 4.845 hotspot di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 3.847 titik, kemudian Jambi 384 titik, Bangka Belitung 316 titik, dan Lampung 251 titik.
Selain kabut asap, BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis dan Siak pada siang atau sore serta malam hari.
Suhu udara Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 45 hingga 90 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau berada dalam kategori rendah.
Dengan konsentrasi PM2.5 yang masih berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dan potensi kekaburan akibat asap yang masih berlangsung, BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi udara, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (*)
