HUT ke-27 Rohul, Pemprov Riau Dorong Revitalisasi Sekolah hingga Perdagangan Karbon
Pemprov Riau mendorong kolaborasi dengan Pemkab Rokan Hulu untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

RINGKASAN BERITA:
- Pemprov Riau mendorong Rohul menjemput program pusat, seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
- Program GREEN for Riau disiapkan sebagai alternatif pembiayaan pembangunan, dengan tahapan registrasi menuju pasar karbon internasional yang masih berjalan.
- Pemprov Riau mengajak masyarakat mencegah kebakaran hutan dan lahan, termasuk dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong penguatan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Selain mengoptimalkan potensi ekonomi dan pendapatan daerah, Pemprov Riau juga menyiapkan perdagangan karbon sebagai salah satu alternatif pembiayaan pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, saat menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu di ruang rapat paripurna DPRD Rohul, Senin (12/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Zulkifli menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi ke-27 Kabupaten Rohul. Ia turut mengapresiasi pemerintah kabupaten, DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta warga yang berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurut Zulkifli, Rohul memiliki peran penting dalam perekonomian Provinsi Riau, terutama melalui potensi sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan. Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota. Karena itu, penentuan prioritas pembangunan diperlukan agar anggaran yang tersedia dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dia mendorong Pemkab Rohul untuk aktif mengakses berbagai program prioritas pemerintah pusat. Program yang disebutkan antara lain revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang diharapkan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain mencari dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, penguatan pendapatan daerah juga dinilai penting. Pemprov Riau mengajak pemerintah kabupaten bekerja sama mengoptimalkan penerimaan pajak kendaraan bermotor agar dapat mendukung kebutuhan pembangunan.
“Harapan kita, kekompakan pemerintah daerah bersama DPRD, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat terus terjaga,” katanya.
Ia menegaskan, pembagian peran dan koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat perlu terus diperkuat agar kebutuhan pembangunan dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.
“Apa yang dapat ditangani kabupaten, kita dorong. Yang menjadi kewenangan provinsi, kita upayakan. Dan yang membutuhkan dukungan pusat, kita perjuangkan bersama,” ungkap Zulkifli.
Perdagangan Karbon
Dalam rapat tersebut, Zulkifli juga memaparkan upaya Pemprov Riau menyiapkan sumber pembiayaan alternatif melalui program GREEN for Riau. Inisiatif perdagangan karbon ini diharapkan dapat membantu mendukung pembangunan infrastruktur, pemulihan lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjaga kelestarian hutan.
Ia menyampaikan bahwa Pemprov Riau telah menerima Surat Rekomendasi dan Persetujuan Penggunaan Standar ART-TREES dari Kementerian Kehutanan.
Dokumen tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan pengembangan program perdagangan karbon.
“Alhamdulillah, kita telah menerima Surat Rekomendasi dan Persetujuan Penggunaan Standar ART-TREES dari Kementerian Kehutanan,” tuturnya.
Meski demikian, proses pengembangan program tersebut masih berlanjut. Pemprov Riau saat ini menyelesaikan tahapan registrasi untuk menuju pasar karbon internasional.
“Ke depan, kami berharap perdagangan karbon dan investasi hijau dapat membuka pembiayaan baru untuk mendukung kebutuhan infrastruktur, pemulihan lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat kampung yang menjaga hutan, sesuai ketentuan,” tambahnya.
Sejalan dengan pengembangan pembiayaan berbasis lingkungan, ia mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Salah satu langkah yang ditekankan adalah menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar lingkungan tetap terjaga sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Melalui momentum HUT ke-27 Kabupaten Rohul, Pemprov Riau berharap koordinasi lintas pemerintahan dan partisipasi masyarakat terus diperkuat sehingga program pembangunan dapat berjalan bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran. (*)
