Unri Gelar Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat ke-8, Dorong Kolaborasi dan Ekonomi Lokal

Seminar ini membahas pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi dan kemandirian ekonomi lokal untuk mendukung SDGs serta mendorong perguruan tinggi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Suasana Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SNPM) ke-8 tahun 2026 yang diselenggarakan Universitas Riau di Pekanbaru, Kamis (15/10/2026). (Sumber: Unri)

RINGKASAN BERITA:

  • Seminar melibatkan perwakilan pemerintah, akademisi, Kemdiktisaintek, dan sektor industri.
  • Hasil penelitian dan kepakaran perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi daerah.
  • Seminar diharapkan menghasilkan kolaborasi konkret, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat serta keunggulan lokal.

RIAUCERDAS, PEKANBARU – Universitas Riau (Unri) mendorong pengabdian kepada masyarakat menghasilkan program nyata yang berkelanjutan dan sesuai kebutuhan daerah.

Upaya tersebut menjadi salah satu fokus Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SNPM) ke-8 tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (15/10/2026).

Seminar ini mengangkat tema “Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Kolaborasi dan Kemandirian Ekonomi Lokal dalam Mendukung SDGs Menuju Kampus Berdampak”.

Tema tersebut menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak dan penguatan potensi ekonomi daerah dalam pelaksanaan pengabdian perguruan tinggi.

Kegiatan ini menghadirkan lima narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, kementerian, dan dunia usaha.

Mereka adalah Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., selaku Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Narasumber lainnya yakni Kepala Bappeda Riau, Purnama Irawansyah, S.Hut., M.M., yang mewakili Plt. Gubernur Riau; Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, S.T., M.Eng., dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh; Dr. Tengku Kespandiar, S.T., M.M., selaku Stakeholders Relation Manager PT RAPP; serta Prof. Dr. Emilda Firdaus, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Unri.

Rektor Unri yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H., saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut.

Ia menilai pengabdian kepada masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjalankan tridharma.

“Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, melalui pengabdian, hasil penelitian dan kepakaran sivitas akademika diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mengembangkan potensi daerah serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” terang Dr. Mexsasai.

Ia berharap seminar ini menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring kemitraan, serta membahas strategi pengabdian yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut juga diharapkan dapat mempertemukan gagasan dari berbagai pihak untuk memperkuat pelaksanaan program pengabdian.

Menurut Mexsasai, hasil kegiatan ilmiah perlu diterjemahkan menjadi langkah yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Dengan begitu, diskusi dan publikasi tidak berhenti sebagai keluaran akademik, tetapi turut mendukung penyelesaian persoalan dan pengembangan potensi daerah.

Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut berupa program kolaboratif yang memiliki sasaran jelas, terukur, dan berkesinambungan. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta potensi unggulan yang dimiliki setiap daerah.

Penyelenggaraan SNPM ke-8 ini menjadi bagian dari upaya Unri memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri, pengabdian diharapkan mampu mendukung kemandirian ekonomi lokal sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

Dengan pendekatan tersebut, Unri mendorong agar ilmu pengetahuan dan hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Sinergi berbagai pemangku kepentingan diharapkan menjadi landasan bagi program pengabdian yang relevan dengan persoalan masyarakat dan berdampak dalam jangka panjang. (*)

Share to: