Kemenag Buka Pelatihan AI Gratis untuk Guru Pesantren, Pendaftaran hingga 2 November 2026

Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama bersama ICT Watch menggelar pelatihan literasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) secara gratis dan daring pada 4–5 November 2026. Program HerTech: Guru Cakap dan Berdaya Artificial Intelligence ditujukan bagi pendidik pesantren di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan AI dalam pembelajaran secara etis dan bertanggung jawab.

Ilustrasi suasana pembelajaran di pesantren. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA:

  • Pelatihan AI gratis terbuka bagi pendidik pesantren di seluruh Indonesia dan dilaksanakan secara daring pada 4–5 November 2026.
  • Materi berfokus pada pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Peserta akan belajar mengenali potensi AI, membantu menyiapkan materi ajar, mengembangkan metode pembelajaran, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
  • Pendaftaran ditutup 2 November 2026. Kemenag mengajak pesantren, Kanwil Kemenag, dan Kankemenag kabupaten/kota menyebarkan informasi agar lebih banyak pendidik dapat mengikuti program tersebut.

RIAUCERDAS, JAKARTA – Pendidik pesantren di seluruh Indonesia berkesempatan meningkatkan keterampilan digital melalui pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan secara gratis.

Program kolaborasi Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama dan organisasi literasi digital ICT Watch ini dijadwalkan berlangsung secara daring pada 4–5 November 2026.

Pelatihan bertajuk HerTech: Guru Cakap dan Berdaya AI tersebut dirancang untuk membantu pendidik pesantren memahami sekaligus memanfaatkan teknologi AI dalam kegiatan belajar mengajar.

Peserta akan diperkenalkan pada potensi AI untuk mendukung persiapan materi ajar, pengembangan metode pembelajaran, serta penerapan prinsip penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

Direktur Pemberdayaan Pesantren Ditjen Pesantren Kemenag, Yusi Damayanti, mengatakan bahwa kecakapan digital menjadi kebutuhan penting bagi pendidik pesantren di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“AI kini sudah hadir di ruang-ruang belajar kita. Pendidik pesantren tidak boleh tertinggal. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi ini untuk memperkaya pembelajaran, sekaligus menjadi teladan bagi santri dalam menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab,” terangnya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Kemenag bersama ICT Watch menyediakan pelatihan secara daring tanpa biaya untuk memperluas kesempatan pendidik pesantren dalam mengembangkan kompetensi digital.

Dengan format tersebut, peserta dapat mengikuti kegiatan dari berbagai daerah tanpa harus datang ke lokasi pelatihan.

Yusi menegaskan bahwa akses terhadap peningkatan kemampuan digital perlu dibuka seluas mungkin, baik bagi pendidik perempuan maupun laki-laki, termasuk mereka yang bertugas di wilayah pelosok.

“Kami ingin memastikan tidak ada pendidik pesantren yang tertinggal dalam transformasi digital ini, baik perempuan maupun laki-laki, di kota maupun di pelosok. Karena itu, pelatihan ini kami buat gratis dan daring agar bisa diikuti dari mana saja,” kata dia.

Pendaftaran program HerTech dibuka hingga 2 November 2026. Pendidik pesantren yang berminat dapat melakukan pendaftaran melalui tautan Pendaftaran Pelatihan Literasi Digital Berbasis AI yang disediakan penyelenggara.

Kementerian Agama juga mengajak seluruh pondok pesantren untuk mendaftarkan pendidiknya agar dapat mengambil manfaat dari pelatihan tersebut.

Dukungan dari jajaran Kemenag di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota turut diperlukan untuk memperluas penyebaran informasi.

“Kami mohon dukungan Kanwil dan Kankemenag di seluruh Indonesia untuk menyampaikan informasi ini kepada pesantren di wilayah masing-masing, sehingga semakin banyak pendidik yang mendapat manfaat,” ucapnya.

Melalui program ini, Kemenag berharap pendidik pesantren semakin siap menghadapi transformasi digital dan mampu menggunakan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran, tanpa mengabaikan etika serta tanggung jawab dalam mendidik santri. (*)

Share to: