Mahasiswa KKN Unri Edukasi Siswa SDN 007 Utama Karya tentang Bahaya Kabut Asap
Mahasiswa KKN Kelompok 19 Fakultas Keperawatan Universitas Riau menggelar penyuluhan kesehatan bertema “Bermain Seru di Rumah saat Kabut Asap” di SDN 007 Utama Karya. Kegiatan yang diikuti 26 siswa ini mengajarkan cara menjaga kesehatan dan memilih aktivitas aman saat kabut asap melanda. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman siswa meningkat dari 75,8 persen menjadi 87,9 persen.

RINGKASAN BERITA:
- Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman dari 75,8 persen menjadi 87,9 persen setelah penyuluhan.
- Siswa mengikuti permainan edukatif dan diperkenalkan dengan kegiatan dalam ruangan seperti menari, mewarnai, origami, ular tangga, dan congklak.
- Mahasiswa mengenalkan langkah CEK–TUTUP–MAIN–MINUM–LAPOR untuk membantu anak menjaga kesehatan ketika kualitas udara memburuk.
RIAUCERDAS, KAMPAR – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang masih kerap bermain di luar rumah.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 Fakultas Keperawatan Universitas Riau (Unri) menggelar penyuluhan kesehatan bertema “Bermain Seru di Rumah saat Kabut Asap” di SDN 007 Utama Karya, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diikuti 26 siswa dan dipandu 10 mahasiswa KKN. Penyuluhan menjadi bagian dari program kerja mahasiswa selama bertugas di desa tersebut, sekaligus merespons kondisi kabut asap yang masih memengaruhi aktivitas masyarakat.
Ketua KKN Kelompok 19 Fakultas Keperawatan Unri, Muhammad Arif Farhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari pengamatan mahasiswa terhadap anak-anak yang masih bermain dan berolahraga di luar rumah meskipun kabut asap cukup tebal.
Menurutnya, anak usia sekolah termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara. Aktivitas fisik seperti berlari dan bermain bola dapat meningkatkan frekuensi serta kedalaman pernapasan sehingga memperbesar jumlah udara tercemar yang terhirup.
“Saat berlari atau bermain bola, napas anak menjadi lebih cepat dan dalam, sehingga udara yang tercemar asap yang terhirup juga lebih banyak. Karena itu, kami tidak hanya melarang, tetapi juga memberi pilihan kegiatan yang menyenangkan agar anak tetap aktif dan gembira di dalam rumah,” terang Arif.
Dalam penyuluhan tersebut, siswa memperoleh penjelasan mengenai pengertian dan penyebab kabut asap, tanda-tanda udara tidak sehat, dampaknya bagi kesehatan, serta alasan menghindari aktivitas di luar ruangan ketika asap sedang tebal.
Materi disampaikan melalui ceramah, diskusi, dan permainan. Mahasiswa juga menggunakan leaflet dan poster untuk membantu siswa memahami informasi kesehatan dengan cara yang lebih mudah dan menarik.
Kenalkan langkah CEK–TUTUP–MAIN–MINUM–LAPORSalah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah panduan sederhana “Bermain Aman” yang dirangkum dalam lima langkah, yakni CEK–TUTUP–MAIN–MINUM–LAPOR.
Siswa diajak mengecek kondisi udara, menutup pintu dan jendela saat kabut asap masuk, memilih bermain di dalam rumah, minum air putih yang cukup, serta segera melapor kepada orang tua atau guru jika mengalami batuk, mata perih, atau napas terasa sesak.
Suasana penyuluhan berlangsung ceria melalui permainan “Tebak Gerak Aman”. Anak-anak juga mendapat ide kegiatan yang dapat dilakukan di rumah, mulai dari menari dan senam ringan hingga mewarnai, membuat origami, bermain ular tangga, serta bermain congklak bersama keluarga.
Pendekatan tersebut dirancang agar anak-anak tetap memiliki pilihan aktivitas yang menyenangkan tanpa harus terpapar udara luar yang tidak sehat.
Untuk mengevaluasi pemahaman peserta, mahasiswa memberikan tes sebelum dan sesudah penyuluhan atau pretest dan posttest.
Hasilnya menunjukkan tingkat pemahaman siswa meningkat dari 75,8 persen pada pretest menjadi 87,9 persen pada posttest.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa anak-anak mampu menerima materi dengan baik. Harapan kami, pengetahuan ini tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dibawa pulang dan diterapkan sehari-hari, bahkan diajarkan kepada teman dan adik-adik di rumah,” tambah Arif.
Kepala SDN 007 Utama Karya, Zainalis, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN dalam membantu sekolah memberikan edukasi kesehatan kepada siswa, terutama di tengah kondisi kabut asap.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk anak-anak kami,” ujarnya.
Kabut asap, tambah Zainalis, memang mengharuskan kita lebih waspada, terutama terhadap kesehatan anak. Ia menilai, lewat cara yang menyenangkan seperti ini, anak-anak tidak merasa dilarang, justru diajak menemukan kegembiraan baru di dalam rumah.
“Kami berharap ilmu yang mereka peroleh hari ini dapat menjadi kebiasaan baik, dan kolaborasi sekolah bersama mahasiswa dapat terus berlanjut,” tutur Zainalis.
Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKN Kelompok 19 Fakultas Keperawatan Unri berharap siswa semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan ketika kabut asap melanda.
Edukasi tersebut juga diharapkan membantu anak-anak menerapkan kebiasaan yang lebih aman, tetap aktif melalui kegiatan dalam ruangan, dan segera meminta bantuan orang dewasa apabila mengalami keluhan kesehatan. (*)
