Kukerta Berdampak Unri: Mahasiswa Keperawatan Gagas Edukasi ISPA melalui Inhalasi Uap Herbal
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau mengedukasi warga Sungai Pinang, Kampar, tentang gejala dan pencegahan ISPA serta bahaya asap pembakaran sampah.

RINGKASAN BERITA:
- Observasi mahasiswa menemukan praktik pembakaran sampah terbuka, sementara laporan Puskesmas Tambang mencatat ISPA sebagai penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah tersebut.
- Evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang ISPA dan pencegahannya.
- Materi minyak kayu putih hanya menjadi pendamping edukasi, sedangkan penggunaan uap panas tetap memiliki risiko luka bakar, terutama bagi anak-anak.
RIAUCERDAS, KAMPAR – Kebiasaan membakar sampah secara terbuka menjadi salah satu perhatian mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau (Unri) saat menggelar edukasi kesehatan bagi masyarakat Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta pentingnya menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal.
Edukasi tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Sungai Pinang, Sabtu (3/10/2026), sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta). Kegiatan ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns. Niken Yuniar Sari, M.Kep., Sp.Kep.J.
Program tersebut berangkat dari observasi mahasiswa yang menemukan praktik pembakaran sampah di sejumlah titik permukiman dan lahan kosong. Asap hasil pembakaran dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk keluhan pernapasan.
Selain temuan lapangan, laporan kegiatan juga mencantumkan data Puskesmas Kecamatan Tambang yang menunjukkan bahwa ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah tersebut.
Kondisi ini mendorong mahasiswa menyusun edukasi yang sesuai dengan persoalan kesehatan masyarakat setempat.
Ketua Kukerta, Muhammad Mustakim, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masalah kesehatan yang dijumpai selama berada di tengah masyarakat.
Mahasiswa berharap melalui kegiatan edukasi ini, masyarakat semakin memahami cara mencegah ISPA, pentingnya menjaga kualitas udara di lingkungan rumah, serta menghindari pembakaran sampah secara terbuka.
“Kami juga ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Sungai Pinang,” ujarnya.
Materi Gejala dan Pencegahan ISPA
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan pengertian ISPA, gejala yang perlu dikenali, dampak paparan asap, serta langkah pencegahan yang bisa diterapkan sehari-hari.
Penyampaian materi dilengkapi pembagian leaflet, sesi tanya jawab, dan demonstrasi menggunakan corong karton sederhana.
Mahasiswa juga memperkenalkan inhalasi uap aromaterapi herbal minyak kayu putih sebagai materi pendamping edukasi.
Hasil evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai ISPA dan cara pencegahannya.

Temuan ini menjadi salah satu indikator bahwa materi yang disampaikan melalui penjelasan, media edukasi, dan demonstrasi dapat membantu warga memahami informasi kesehatan.
Meski demikian, inhalasi uap aromaterapi bukan pengganti pemeriksaan ataupun pengobatan medis.
Penggunaan uap panas juga perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan luka bakar, terutama pada anak-anak.
Melalui program Kukerta ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kualitas udara di sekitar rumah, menghindari pembakaran sampah secara terbuka, dan mengenali gejala ISPA yang membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Mahasiswa Fakultas Keperawatan Unri juga mendorong penguatan kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan Puskesmas untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih aman serta menciptakan lingkungan yang sehat.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Dengan meningkatnya pengetahuan warga dan dukungan berbagai pihak, upaya pencegahan ISPA di Desa Sungai Pinang diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. (*)
