UIR dan UiTM Malaysia Teken Kerja Sama Empat Prodi Teknik
Empat program studi Fakultas Teknik UIR menandatangani perjanjian implementasi (IA) dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia di sela simposium internasional tentang pesisir dan kota berkelanjutan. Simposium menghadirkan enam presenter dari dua negara.

RINGKASAN BERITA:
- Empat prodi Fakultas Teknik UIR, yakni PWK, Teknik Sipil, Teknik Geologi, dan Teknik Informatika, menandatangani IA dengan UiTM Malaysia di sela simposium.
- Enam presenter dari Indonesia dan Malaysia memaparkan kajian, mulai dari kualitas air pesisir Langkawi, pemanfaatan AI dalam geospasial, hingga perubahan garis pantai Sumatra.
- Salah satu paparan membahas pembaruan Strategi Sanitasi Kota (SSK) untuk mencapai akses sanitasi universal di Pekanbaru pada 2025–2029.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Empat program studi (prodi) di Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR) resmi menjalin kerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.
Penandatanganan perjanjian implementasi (IA) itu dilakukan di sela Symposium Seeing Change, Shaping Futures: Pathways to Sustainable Coasts and Cities 2026 yang digelar di Aula Fakultas Teknik UIR.
Empat prodi yang terlibat adalah Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Sipil, Teknik Geologi, dan Teknik Informatika. Penandatanganan disaksikan Dekan Fakultas Teknik Dr. Kurnia Hastuti, S.T., M.T., bersama para wakil dekan dan ketua program studi di lingkungan fakultas.
Simposium tersebut merupakan kolaborasi internasional UIR dan UiTM untuk berbagi pengetahuan serta memperkuat kerja sama di bidang keteknikan.
Rektor UIR Dr. Admiral, S.H., M.H., menyebut kegiatan ini diselenggarakan melalui Badan Kerjasama dan Urusan Internasional. Menurut dia, enam presenter dihadirkan untuk membahas materi terkini di bidang mechanical agar mahasiswa memperoleh wawasan baru dari hasil penelitian yang dipaparkan.
“Melalui Badan Kerjasama dan Urusan Internasional, kegiatan International Symposium Seeing Change, Shaping Futures: Pathways to Sustainable Coasts and Cities hari ini menghadirkan 6 presenter yang membahas materi kekinian di bidang mechanical sehingga nantinya mahasiswa Fakultas Teknik akan mendapatkan insight baru dari hasil penelitian yang dipaparkan”, katanya.
Presenter pertama, Dr. Fazly Amri Mohd, membawakan kajian pemetaan kualitas air pesisir lewat penilaian geospasial terhadap pola total padatan tersuspensi di Langkawi.
Presenter kedua, Dr. Masayu Hj Norman, mengulas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam aplikasi geospasial untuk kota dan infrastruktur yang lebih cerdas.
Presenter ketiga, Dr. Ir. Deddy Purnomo Retno, ST., MT., memaparkan pembaruan Strategi Sanitasi Kota (SSK) agar akses sanitasi universal tercapai di Pekanbaru pada 2025–2029.
Selanjutnya, SR. Mohd Khairy Kamarudin menyajikan penilaian perubahan alur mangrove di Sungai Langkawi dengan teknik geospasial. SR. Ashnita Rahim membahas peran teknologi geospasial dalam pengembangan lahan.
Presenter terakhir, Idham Nugraha, ST., MT., memaparkan pelacakan perubahan pesisir tropis Sumatra secara dekade dan musiman dari citra piksel hingga garis pantai.
Mahasiswa Fakultas Teknik UIR turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Kajian yang dipaparkan para presenter dari dua negara itu berupaya melihat perubahan dan membentuk masa depan menuju pesisir dan kota yang berkelanjutan. (*)
