Unri Raih Peringkat Kedua Mandaya Awards 2026 Kategori PTN Bidang Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Riau (Unri) meraih peringkat kedua Mandaya Awards 2026 kategori perguruan tinggi negeri bidang pengabdian kepada masyarakat. Penghargaan dari Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu diterima Wakil Rektor Unri pada penganugerahan Selasa (27/10/2026).

RINGKASAN BERITA:
- Unri meraih peringkat kedua Mandaya Awards 2026 kategori PTN bidang pengabdian kepada masyarakat, Selasa (27/10/2026).
- Wakil Rektor Sofyan Husein Siregar menegaskan keberhasilan pengabdian diukur dari manfaat dan kemandirian masyarakat, bukan sekadar terlaksananya kegiatan.
- Ajang edisi kedua bertema Celebrating Impact and Inspiring Replication ini diikuti lebih dari 2.146 peserta dan 415 tim mahasiswa.
RIAUCERDAS, JAKARTA – Program pengabdian kepada masyarakat Universitas Riau (Unri) mendapat pengakuan nasional. Kampus ini meraih peringkat kedua Mandaya Awards 2026 kategori perguruan tinggi negeri (PTN) bidang pengabdian kepada masyarakat.
Penghargaan diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia dan dianugerahkan Selasa (27/10/2026).
Mandaya Awards diberikan kepada berbagai pihak yang dinilai berkontribusi mendorong pemberdayaan masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, pesantren, badan usaha, hingga kelompok masyarakat.
Rektor Unri diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, yang menerima penghargaan didampingi Ketua Tim Program Dr Gusliana HB SH MHum.
Turut hadir Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri Dr Evi Deliana SH LLM, mewakili Ketua LPPM.Sofyan menyebut capaian ini hasil kerja keras tim dan wujud komitmen kampus menjalankan pengabdian sebagai bagian penting tridarma perguruan tinggi.
Penghargaan ini, terang Sofyan, menjadi motivasi bagi Unri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Bagi kami, keberhasilan program pengabdian tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut memberikan manfaat, menjawab kebutuhan masyarakat, dan mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan,” kata Sofyan.
Ia menambahkan, Unri akan terus mengembangkan program pengabdian berbasis potensi lokal, kebutuhan masyarakat, serta hasil penelitian dan inovasi sivitas akademika.
Pendekatan itu diharapkan menghadirkan solusi aplikatif sekaligus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
Ke depan, Unri ingin program pengabdiannya semakin terarah, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat.
Menurut Sofyan, kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar dampaknya dirasakan lebih luas.
Mandaya Awards 2026 mengusung tema Celebrating Impact and Inspiring Replication, yang menekankan bahwa program pemberdayaan yang berhasil perlu menginspirasi dan direplikasi pihak lain.
Ajang edisi kedua ini diikuti lebih dari 2.146 peserta, termasuk 1.245 mahasiswa dalam 415 tim. Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, antara lain pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, pesantren, perguruan tinggi, penggerak pemberdayaan, badan usaha, dan Sekolah Rakyat. (*)
