Usia 23 Tahun, Perumda Tuah Sekata Pelalawan Fokus Benahi Tata Kelola dan Kontribusi PAD

Memasuki usia ke-23, Perumda Tuah Sekata Pelalawan menempatkan pembenahan tata kelola, efisiensi anggaran, dan peningkatan kontribusi terhadap PAD sebagai fokus utama. Perayaan ulang tahun dilakukan secara sederhana melalui yasinan internal dan penyaluran bantuan sembako ke pondok tahfiz.

Perayaan ulang tahun Perumda Tuah Sekata dilakukan secara sederhana melalui yasinan internal dan penyaluran bantuan sembako ke pondok tahfiz.
  • Perumda Tuah Sekata memasuki usia ke-23 dengan fokus pada efisiensi, pembenahan tata kelola, dan peningkatan kontribusi terhadap PAD Pelalawan.
  • Manajemen menyebut pembenahan internal dan peningkatan kepercayaan publik sebagai dua pekerjaan utama perusahaan.
  • Perayaan ulang tahun dilakukan secara sederhana melalui yasinan internal dan penyaluran bantuan sembako ke pondok tahfiz.

RIAUCERDAS, PELALAWAN – Di tengah tren efisiensi BUMD, Perumda Tuah Sekata Pelalawan menandai usia ke-23 dengan langkah tak biasa.

Tanpa seremoni mewah, manajemen memilih perayaan substansial: yasinan internal dan penyaluran bantuan sembako ke pondok tahfiz.

Direktur Utama Perumda Tuah Sekata, dr. Denny Gunawan, M.M., menegaskan efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama.”Pada 10 Agustus lalu kami genap 23 tahun.

Tidak ada perayaan berlebihan. Fokus kami adalah refleksi dan penguatan kinerja,” ujar Denny.

Menurutnya, usia 23 tahun menjadi titik evaluasi. Tantangan BUMD ke depan bukan hanya soal profit, tapi soal kemandirian fiskal daerah dan pelayanan.

“PAD menjadi tolok ukur. Kami harus lebih profesional, lebih ramping, dan kontributif bagi Pemkab Pelalawan,” katanya.

Sebagai BUMD yang bergerak di sektor layanan daerah, Perumda Tuah Sekata saat ini didorong untuk bertransformasi. Denny menyebut ada dua pekerjaan rumah utama: pembenahan internal dan peningkatan kepercayaan publik.

“Kekompakan tim, disiplin kerja, dan tanggung jawab adalah kunci. Tanpa itu, BUMD sulit sehat,” tegasnya.

Langkah berbagi ke pondok tahfiz, lanjutnya, bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari strategi menjaga keberlanjutan dan citra perusahaan di mata masyarakat.

“Kami ingin manfaat Perumda tidak hanya dirasakan secara bisnis, tapi juga secara sosial. Ini bagian dari keberlanjutan,” pungkasnya.

Di usia ke-23, Perumda Tuah Sekata menargetkan perbaikan tata kelola dan peningkatan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pelalawan. (*)

Share to: