Harga Ayam Ras Naik di Siak, Pasokan Lokal Jauh di Bawah Kebutuhan

Pemkab Siak menelusuri penyebab kenaikan harga ayam ras sejak awal Agustus 2026. Produksi ayam lokal sekitar 370 ton dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang mencapai 630 ton, sementara sebagian produksi juga telah diplot perusahaan penyuplai.

Bupati Siak, Afni Z menyampaikan sorotan pemerintah pada kenaikan harga ayam ras sejak awal Agustus 2026. (Sumber: siakkab.go.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Produksi ayam ras Siak sekitar 370 ton, sementara kebutuhan pasar mencapai sekitar 630 ton.
  • Pemkab menelusuri rantai pasok ayam dari peternak hingga penyalur dan akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta perusahaan.
  • MBG disebut bukan penyebab utama, karena kebutuhan ayam untuk program tersebut berdasarkan data Pemkab Siak hanya sekitar 17 ton saat menu ayam tersedia.

RIAUCERDAS, SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak menelusuri penyebab kenaikan harga ayam ras yang mulai dikeluhkan masyarakat sejak pekan pertama Agustus 2026.

Kenaikan harga tersebut terutama dirasakan pedagang rumah makan. Pemkab Siak menduga kondisi itu berkaitan dengan ketidakseimbangan antara produksi ayam lokal dan kebutuhan pasar.

Bupati Siak Afni mengatakan produksi ayam ras dari peternak di Siak saat ini hanya sekitar 370 ton. Sementara kebutuhan pasar mencapai sekitar 630 ton.

“Sekitar 370 ton ini ada pun di peternak di Siak itu tidak bisa dilepas ke pasar, karena kebutuhan di pasar ada sekitar 630 ton, maka pasti akan terjadi inflasi,” terang Bupati ketika ia memimpin rapat koordinasi inflasi di Zamrud Room, Kamis (20/8/2026).

Menurut Afni, persoalan pasokan tidak hanya berkaitan dengan jumlah produksi. Sebagian produksi lokal telah diplot oleh perusahaan penyuplai sehingga tidak seluruhnya dapat langsung didistribusikan ke pasar.

Karena itu, pemerintah daerah kini menelusuri rantai pasok dari tingkat peternak hingga penyalur untuk menemukan titik persoalan yang menyebabkan pasokan ke pasar terbatas.

“Masyarakat sudah teriak, terutama pedagang-pedagang rumah makan. Kami meminta keseriusan seluruh pihak untuk mencari tahu di mana persoalan rantai pasok ini,” ujarnya.

Pemkab Siak selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, perusahaan dan penyalur ayam. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong sebagian stok yang tersedia dapat dilepas ke pasar sehingga pasokan bertambah dan harga kembali stabil.

MBG Bukan Faktor Utama

Afni juga menanggapi anggapan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama meningkatnya harga ayam ras di Siak.

Berdasarkan data yang diterima Pemkab Siak, kebutuhan ayam untuk program tersebut hanya sekitar 17 ton saat menu ayam tersedia.

“Menurut saya, bukan karena faktor MBG. Faktor MBG ini hanya sekitar 17 ton ketika ada menu ayam,” ujar Bupati.

Meski Siak belum tercatat mengalami inflasi berdasarkan data BPS dan bahkan mengalami deflasi pada bulan sebelumnya, pemerintah daerah tetap mewaspadai kenaikan harga ayam yang sudah berdampak kepada masyarakat.

Dinas terkait diminta menyiapkan data secara rinci mengenai produksi, distribusi dan kebutuhan ayam di Siak. Data tersebut selanjutnya akan disinkronkan dengan pemerintah provinsi dan disampaikan kepada Kementerian Pertanian serta lembaga terkait.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk mencari solusi terhadap persoalan pasokan ayam sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

“Kemandirian pangan di kabupaten ini sudah kami minta agar seluruh dinas terkait menseriusi ini,” tandasnya. (adv)

Share to: