UIN Suska Riau Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Swarna 2028, Bawa Pulang 18 Medali dari PKM IV
UIN Suska Riau ditetapkan sebagai tuan rumah Swarna “Sumatera – Bumi Emas” 2028 setelah PKM IV PTKIN se-Sumatera resmi berakhir di Palembang. Dalam ajang tersebut, UIN Suska Riau finis di peringkat kelima dengan raihan 18 medali.

RINGKASAN BERITA:
- UIN Suska Riau menjadi tuan rumah Swarna 2028 setelah menerima Bendera Pataka dari UIN Raden Fatah Palembang.
- Kontingen UIN Suska Riau meraih 18 medali dan menempati posisi kelima klasemen.
- Nama PKM resmi berganti menjadi Swarna sebagai identitas pertemuan tahunan PTKIN se-Sumatera.
RIAUCERDAS, PALEMBANG – UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau ditetapkan sebagai tuan rumah Swarna “Sumatera – Bumi Emas” 2028.
Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka kepada Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni UIN Suska Riau, Salsabila, pada penutupan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Sumatera 2026 di Palembang, Jumat (2/10/2026).
PKM IV PTKIN se-Sumatera 2026 berlangsung secara daring dan luring sejak 3 Agustus hingga 2 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti 1.072 peserta dari 22 PTKIN se-Sumatera tersebut ditutup di Gedung PPG Kampus Jakabaring Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
Dalam ajang itu, UIN Suska Riau mengakhiri kompetisi di posisi kelima klasemen medali. Kontingen yang berada di bawah naungan Bagian Kemahasiswaan dan Alumni tersebut mengoleksi 18 medali, terdiri dari 5 emas, 7 perak, dan 6 perunggu.
Jika seluruh kategori prestasi dihitung, UIN Suska Riau mencatat 28 capaian.
Rinciannya yakni 5 Juara I, 7 Juara II, 6 Juara III, 4 Juara Harapan I, 4 Juara Harapan II, dan 2 Juara Harapan III dari total 62 tangkai lomba yang dipertandingkan.
Peringkat pertama klasemen ditempati UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan 15 emas, 11 perak, dan 12 perunggu.
Kampus tersebut sekaligus mempertahankan gelar juara umum.
Sementara itu, posisi kedua diraih tuan rumah UIN Raden Fatah Palembang dan posisi ketiga ditempati UIN Imam Bonjol Padang.
Selain mengumumkan hasil kompetisi, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menyampaikan perubahan identitas ajang tahunan PTKIN se-Sumatera.
Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) forum Wakil Rektor III PTKIN se-Sumatera, pertemuan tersebut tidak lagi menggunakan nama PKM dan selanjutnya disebut “Swarna”.”
Pertemuan PTKIN se-Sumatera ini ke depan tidak lagi hanya dikenal dengan nama PKM. Melalui FGD yang dilakukan para Wakil Rektor III, telah diumumkan nama baru, yaitu Swarna,” ujar Prof. Adil.
Nama Swarna dipilih karena berkaitan dengan sejarah Sumatera yang dikenal sebagai Pulau Emas.
Prof. Adil berharap perubahan tersebut dapat memperkuat hubungan dan kolaborasi antarmahasiswa maupun antar-PTKIN se-Sumatera.
Ia juga mengajak seluruh peserta mempertahankan kebersamaan dan silaturahmi yang telah terbangun selama kegiatan.
Kepada seluruh kontingen, Prof. Adil menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan dan pelayanan.
“Jika ada hal yang baik, semoga itu datangnya dari Allah SWT. Namun, apabila ada kekurangan, tentu itu berasal dari keterbatasan kami sebagai manusia,” terangnya.
Sementara, Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni UIN Suska Riau, Salsabila, SP., MP., menyampaikan kebanggaannya terhadap penampilan mahasiswa selama mengikuti kompetisi di Palembang.
“Yang paling membanggakan bagi kami adalah melihat mahasiswa tampil percaya diri, kompak, dan membawa nama baik almamater di hadapan delegasi dari 22 PTKIN se-Sumatera,” kata Salsabila.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Suska Riau, Dr. Harris Simaremare, S.T., M.T.
Ia menilai hasil yang diperoleh kontingen menjadi capaian yang membanggakan bagi kampus.
“Atas nama rektor, kami mengapresiasi setinggi-tingginya pencapaian prestasi yang telah diraih. Ini tentu sangat membanggakan UIN Suska,” kata Harris dilansir dari laman UIN Suska.
Menurut Harris, persaingan antarkampus semakin merata sehingga peningkatan kualitas peserta perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Ia mendorong pembibitan serta penyelenggaraan kompetisi internal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan mahasiswa.
“Utamanya, kita perlu melakukan pembibitan dan menggelar ajang perlombaan internal sebagai wadah peningkatan kualitas atlet kita,” ungkapnya.
Harris juga meminta organisasi mahasiswa dan UKM olahraga terus meningkatkan kualitas.
Ia menyebut dukungan kampus dibutuhkan, terutama dalam penyediaan pelatihan dan sarana.
“Kita harus memfasilitasi pelatihan dan sarana bagi ormawa,” terang dia.
Sebagai bagian dari pembinaan, UIN Suska Riau mulai tahun ini kembali mengaktifkan Pekan Olahraga Mahasiswa sebagai wadah pencarian bibit atlet.
Kampus juga akan melibatkan berbagai komponen untuk membenahi sarana dan prasarana perlombaan menjelang pelaksanaan Swarna 2028.
“Dengan komunikasi dan sinergi bersama pemerintah daerah serta industri sekitar, kami berharap persiapan pelaksanaan Swarna 2028 dapat optimal dan terlaksana dengan sukses,” tuturnya.
Penyerahan Bendera Pataka kepada Salsabila dalam acara penutupan menjadi penanda estafet penyelenggaraan.
Dengan demikian, UIN Suska Riau akan menjadi tuan rumah Swarna “Sumatera – Bumi Emas” 2028. (*)
