Pascasarjana UIN Suska Riau Soroti Tantangan AI dan Digitalisasi dalam Pendidikan Islam

Kuliah umum Pascasarjana UIN Suska Riau membahas perlunya pendidikan Islam beradaptasi menghadapi globalisasi, transformasi digital, kecerdasan buatan, dan perubahan sosial. Adaptasi tersebut tetap harus berpijak pada tauhid, spiritualitas, moral, dan integritas.

Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS) menerima cenderamata saat menjadi narasumber Kuliah Umum yang diikuti ratusan mahasiswa baru Pascasarjana UIN Suska Riau, Selasa (6/10/2026). (Sumber: UIN Suska Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • Perkembangan AI dinilai menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan Islam.
  • Pendidikan Islam dituntut adaptif dan berdaya saing global tanpa kehilangan nilai fundamentalnya.
  • Alumni Pascasarjana UIN Suska Riau telah berkiprah di berbagai posisi strategis di masyarakat.

RIAUCERDAS, PEKANBARU – Perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi digital dan perubahan sosial menjadi tantangan baru bagi pendidikan Islam.

Persoalan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Kuliah Umum Peningkatan Kompetensi Keilmuan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar Pascasarjana UIN Suska Riau, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska Riau itu mengangkat tema “Tinjauan Ulang Pendidikan Islam Kontemporer”.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Tuan Guru Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS) sebagai narasumber dan diikuti ratusan mahasiswa baru Pascasarjana UIN Suska Riau.

Wakil Rektor I UIN Suska Riau, Prof. Dr. Raihani, M.Ed., Ph.D., yang membuka kegiatan mewakili Rektor, mengatakan peningkatan kompetensi keilmuan penting untuk membekali mahasiswa dengan wawasan yang luas, kritis dan visioner dalam menghadapi perubahan zaman.

“Pendidikan Islam hari ini berada pada titik strategis di mana penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi mutlak diperlukan, namun harus tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan integritas moral,””Prof. Raihani.

Kehadiran UAS diharapkan mampu memberikan pencerahan sekaligus arah baru bagi pengembangan kurikulum dan orientasi intelektual di lingkungan UIN Suska Riau.

Direktur Pascasarjana UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Helmiati, M.Ag., menyebut pendidikan Islam saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.

Globalisasi, perkembangan teknologi digital, komputasi yang semakin cepat, kemajuan AI serta pergeseran norma sosial menjadi bagian dari tantangan tersebut.

Menurutnya, kondisi itu membuat pendidikan Islam perlu memiliki kemampuan beradaptasi dan bersaing secara global.

Namun, proses tersebut tetap harus disertai pijakan yang kuat pada tauhid, spiritualitas, moral dan integritas diri.

Pembahasan tersebut dinilai penting karena lulusan Pascasarjana UIN Suska Riau telah mengisi berbagai posisi strategis di tengah masyarakat.

Mereka antara lain berkiprah sebagai pimpinan dan hakim di peradilan agama maupun PTUN, praktisi hukum, akademisi, dosen, pengelola pesantren dan madrasah serta birokrat pemerintahan.

Karena itu, diskursus pendidikan di tingkat pascasarjana dinilai memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar penyelesaian tesis dan disertasi.

Keilmuan yang diperoleh mahasiswa juga berhubungan dengan peran mereka di berbagai bidang pengabdian dan pekerjaan.

Dalam kuliah umum tersebut, UAS turut mengulas tantangan pendidikan Islam di tengah arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, disrupsi AI dan perubahan sosial yang semakin masif.

UAS menekankan pentingnya keseimbangan dalam menghadapi perkembangan tersebut.

Lembaga pendidikan Islam perlu responsif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing, tetapi tetap mempertahankan tauhid, spiritualitas dan integritas moral.

Melalui tema “Tinjauan Ulang Pendidikan Islam Kontemporer”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali arah pendidikan Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman sekaligus tidak kehilangan karakter dan nilai-nilai fundamentalnya. (*)

Share to: