ISPU Capai 387, TP-PKK Kampar Bagikan 500 Masker di Tengah Kabut Asap

Kualitas udara Kabupaten Kampar pada 8 Oktober 2026 disebut mencapai angka 387 atau kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. TP-PKK Kampar merespons dengan membagikan 500 masker kepada masyarakat di sejumlah titik keramaian Bangkinang Kota.

TP PKK Kampar membagi-bagikan masker kepada pengendara dan masyarakat, Kamis (8/10/2026). Ada 500 pcs masker yang dibagikan. (Sumber: Media Center Kampar)

RINGKASAN BERITA :

  • ISPU Kampar disebut mencapai 387 pada 8 Oktober 2026.
  • TP-PKK Kampar membagikan 500 masker di dua titik keramaian Bangkinang Kota.
  • Pembagian masker ditujukan untuk mengurangi paparan asap bagi warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan.

RIAUCERDAS, KAMPAR – Kualitas udara di Kabupaten Kampar yang disebut mencapai angka 387 atau masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya mendorong Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kampar mengambil langkah cepat dengan membagikan masker kepada masyarakat.

Sebanyak 500 masker dibagikan Ketua TP-PKK Kampar Tengku Nurheryani bersama pengurus kepada masyarakat di sejumlah titik keramaian pengendara di Bangkinang Kota, Kamis (8/10/2026).

Pembagian dilakukan di antaranya di Perempatan Dt. Tabano–Agus Salim serta Perempatan D.I Pandjaitan–Sisingamangaraja.

Masker diberikan sebagai bentuk perlindungan bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tengku Nurheryani mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons TP-PKK terhadap kondisi masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara.

Menurutnya, paparan asap karhutla mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kampar dan wilayah sekitarnya.

Inisiatif ini juga diambil sejalan dengan hasil data dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup. Dimana, kualitas udara di Kabupaten Kampar menyentuh angka 387 atau masuk dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

“Dengan kondisi tersebut, penggunaan masker sudah seharusnya menjadi langkah proteksi bagi masyarakat untuk meminimalkan dampak risiko kesehatan akibat asap karhutla saat ini.” kata Tengku.

Pembagian masker tersebut sekaligus menjadi langkah tanggap TP-PKK Kampar untuk membantu mengurangi paparan kabut asap, terutama bagi masyarakat yang masih menjalankan aktivitas di luar rumah.

Kegiatan ini dilakukan ketika kabut asap karhutla semakin intens menyelimuti Kabupaten Kampar dan sekitarnya.

TP-PKK Kampar menyatakan aksi tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan respons cepat terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. (*)

Share to: